BAGANBATU (RIAUSKY.COM)- Menjadi seorang guru adalah tugas yang mulia. Namun sayang, di kota Baganbatu, seorang guru malah menjadi korban penganiayaan oleh enam oknum pemuda pada Senin (22/1/2018) tengah malam.
Guru bernama Muhammad Nur Hasibuan yang mengajar di Kota Baganbatu dipukuli menggunakan balok kayu oleh enam pemuda yang sampai saat ini belum diketahui modus aksinya.
Saat aksi penganiayaan secara sadis oleh pelaku yang jumlahnya enam orang, Muhammad Nur sedang berjalan kaki dengan seorang muridnya, bernama Popo Andika (22) di jalan Sei Buaya Bagan Batu, tepatnya di belakang sebuah Ruko (Rumah Toko) kosong.
Tiba-tiba, segerombolan pemuda mengunakan tiga sepeda ,motor mendatangi keduanya dengan menyorotkan lampu sepeda motor ke arah Muhammad Nur dan Popo.
Merasa aneh, Muhammad Nur pun bertanya kepada para pelaku. ''Ada apa kalian, kenapa?'' tanya Muhammad Nur.
Para pemuda yng jumlahnya 6 orang tersebut bukannya pergi malah meletakkan sepeda motornya dan kembali mengepung kedua korban sembari memegang balok kayu yang seperti sudah disiapkan.
Salah satu pelaku sempat mengeluarkan kalimat menantang. "Kenapa abang tadi bentak-bentak kami", disusul sejurus kemudian, para pelaku langsung mengayunkan balok yang mereka bawa dan menghantamkannya ke tubuh korban yang tanpa senjata.
Setelah puas melakukan terornya, para pemuda itu pun lantas pergi meninggalkan kedua korbannya dalam kondisi mengarang kesakitan.
Muhammad Nur hasibbuan sendiri dilaporkan mengalami luka-luka cukup parah pada bagian kepala dan badan akibat dihantam benda keras.
Mulut dan wajahnya juga terlihat robek karena penganiyaan tersebut.
Sementara Popo mengalami luka-luka pada tangan dan punggung.
Pasca peristiwa itu, Muhammad Nur dan Popo mendapat pertolongan warga yang melintas yang selanjutnya membawa keduanya ke kantor polisi Bagan Sinembah.
Dari sana, polisi langsung melakukan penyelidikan lapangan dan melakukan oleh TKP. Di tempat kejadian, polisi menemukan beberapa benda yang diduga digunakan untuk menyerang korban yang seorang guru tersebut.
Kapolres Rohil AKBP Sigit Adiwuryanto SIK MH yang dikonfirmasi melalui Kapolsek Bagan Sinembah Kompol Eka Ariandy Putra SH SIK didampingi Kanit Reskrim Iptu Amru Abdullah SIK sebagaimana dilaporkan Info Rohil mengungkapkan, pasca penyerangan tersebut, polisi langsung melacak pelaku.
Dari sana, polisi mengamankan seorang dari enam pelaku, berinisial ISG (20) masih warga Jalan Sei Buaya. Sementara lima rekan pelaku sejauh ini masih dalam pengejaran aparat kepolisian.
Sementara di lapangan, aparat kepolisian juga mengamankan barang bukti berupa, 4 potong Kayu, 1 buah Topi warna merah, 2 buah sandal dan hasil Visum korban.
Sementara itu, kerabat korban, Jauhari yang dikonfirmasi media ini baru-baru ini mengatakan bahwa korban, M Nur Hasibuan bersama temannya saat itu hendak buang air kecil. Dimana pada saat itu, datang 6 orang pelaku yang berujung penganiayaan dan mengakibatkan korban dilarikan ke rumah sakit Indah Bagan Batu untuk mendapatkan pertolongan dan perawatan.
"Dari informasi yang saya terima dari temannya, korban ditusuk mulutnya dengan sebuah obeng. Namun, korban belum bisa kami tanyai lebih lanjut," ungkap Jauhari yang mengaku kerabat korban baru-baru ini saat bertemu wartawan di Bagan Batu.
Untuk itu, ia berharap kepada pihak kepolisian, khususnya Polsek Bagan Sinembah, Polres Rohil, bisa meringkus lima pelaku lainnya dengan segera. "Dan hukum seberat-beratnya. Kami hanya butuh keadilan," harapnya. (R04/inforohil)