INNALILLAHI...Bawa Rombongan Anak TK dan PAUD, 1 Tank TNI Tergelincir dan Tenggelam di Sungai, 2 Orang Meninggal Dunia

Sabtu, 10 Maret 2018 | 18:45:57 WIB
Kecelakaan Tank di Sungai Bogowonto (istimewa/Sutopo Purwo Nugroho)

RIAUSKY.COM - Satu tank milik TNI yang membawa anak-anak TK dan PAUD mengalami kecelakaan di Sungai Bogowonto, Jawa Tengah. Seorang anggota TNI dan seorang guru meninggal dalam kejadian ini.

"Ya, 2 meninggal dunia," kata Kepala Penerangan Kostrad Letkol (Inf) Putra Widyawinaya seperti dilansir detikcom, Sabtu (10/3/2018).

Letkol Putra mengatakan anak-anak TK dan PAUD yang berada di dalam tank sudah dievakuasi dan selamat. Sempat ada anak yang dinyatakan hilang tapi sudah berhasil ditemukan.

"Anak-anak selamat semua. Sudah ketemu. Anak-anak aman semuanya," jelasnya.

Kecelakaan ini terjadi pagi tadi sekitar pukul 10.00 WIB di Sungai Bogowonto. Saat itu satuan dari Batalion Infanteri 412/Bharata Eka Sakti Purworejo sedang mendampingi anak-anak dari sejumlah TK dan PAUD melakukan outbond.

Setelah sejumlah rangkaian acara, keenam tank tadi akhirnya mencoba melintasi Sungai Bogowonto. Tiga tank pada kloter pertama berhasil menyeberang, namun pada kloter kedua, satu unit tank tiba-tiba tergelincir dan kehilangan keseimbangan, sehingga tenggelam ke dalam air.

Dalam tank yang tergelincir dan tenggelam di Sungai Bogowonto itu diketahui ada 5 personel TNI. Sisanya, ada 16 anak dan seorang guru dari PAUD Ananda.

Dua orang meninggal dalam peristiwa ini. Pratu Randi Suryadi meninggal di RSU Dr Tjitro Wardoyo dan Ibu Iswandari meninggal di RS Panti Waluyo. Iswandari adalah guru sekaligus kepala PAUD Ananda.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho membenarkan kejadian tersebut. Namun, ia menuturkan bahwa musibah ini seluruhnya ditangani oleh TNI.

“Menyangkut alutsista TNI yang mengalami kecelakaan atau musibah ditangani oleh TNI. Kita hanya mendukung saja jika diperlukan. Sebaiknya menanyakan ke pihak TNI yang lebih berwenang,” katanya saat dihubungi JawaPos.com, Sabtu (10/3).

Sementara itu Kapuspen TNI Mayjen MS Fadhilah saat dihubungi JawaPos.com, juga masih menunggu informasi di lapangan. “Kami masih tunggu kabar dari Kadispenad,” imbuhnya seperti dimuat PojokSatu.id. (*)

Terkini