Romo Paschal Tak Percaya Brigadir Maria Maghdalena Bunuh Diri, Ini Fakta yang Ditemukannya...

Kamis, 26 Juli 2018 | 13:38:07 WIB
Foto Brigadir Maria Magdalena. Sumber Foto: Inews.id

BATAM (RIAUSKY.COM)- Sebagai seorang penegak hukum dan dikenal punya keteguhan iman, kepergian Brigadir Maria Magdalna dengan cara gantung diri banyak menimbulkan ketidakyakinan para kerabat dan kolega.

Mereka juga menariuh curiga dengan posisi kaki Maria yang tidak tergantung layaknya orang yang berniat gantung diri. 

Romo Paschal, pastor yang sudah lama mengenal sosok Brigadir Maria Magdalena, juga mengaku meragukan Maria meninggal karena gntung diri. Disebutkan dia, selama ini mendiang dikenal periang dan taat beribadah.

"Saya sangat kenal sejak dia duduk di bangku SMP. Seperti biasanya umat kepada pastor. Dia sering komunikasi dengan saya entah masalah kuliah, masalah kerjaan dan banyak hal soal kesehatian dan iman,"kata Paschal kepada tribunbatam.id, Kamis (26/7/2018).

Paschal mengakui sebelum Maria menikah, ia penganut Katolik. Namun sesudah menikah, Maria ikut dengan suaminya, Protestan.

Maria lahir dan besar di Tanjungpinang. Rumahnya dekat dengan asrama Paschal di Tanjungpinang. Bahkan sempat satu sekolah dengannya di Tanjungpinang.

"Orangnya enak diajak bicara. Tiga minggu lalu masih ketemu. Dan Sabtu kemarin terakhir komunikasi via WA. Saya biasa mengirim ayat Kitab Suci dan dia membalas dengan Amin. Terima kasih Romo,"ujarnya.

Paschal sendiri tidak yakin Maria pergi selamanya dengan cara gantung diri. Ia berharap polisi segera membuka hasil otopsinya.

Ketidakyakinannya itu, diakuinya karena saat ditemukan, kaki mendiang tidak tergantung sebagaiaman kebanyakan orang yang gantung diri.

"Saya juga gak nyangka. Pasti dia telepon kalau ada apa-apa. Belum tentu dia bunuh diri. Biasanya orang yang bunuh diri tergantung," tuturnya.

Selama ini, Paschal mengaku sering menjalanakan tugas bersama dengan Maria karena Maria bertugas sebagai penyidik di Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak).

"Kami pernah juga bertugas bersama di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak," ujarnya. (*)

Sementara itu,  Sebelum meninggal, Brigadir Maria Magdalena sempat dilihat warga duduk termenung di gapura pintu masuk ke perumahannya, Blok F, 70 Cipta Asri tahap I, Sagulung, Batam, Rabu (25/7/2018) kemarin.

Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 18.00 WIB.

"Iya semalam cerita tetangga lainya yang berada di depan swalayan, mendiang duduk dekat gapura pintu gerbang masuk ke perumahannya, sembari termenung sekitar pukul 18.00 WIB,"kata Yati, seorang tetangga korban yang sering diminati mengurut mendiang, Kamis (27/7/2018).

Selain itu, mendiang juga sempat menjumpai anaknya bermain dari depan swalayan di dekat simpang rumahnya, dan mengajak masuk anaknya ke rumahnya.

"Semalam sebelum mendiang ditemukan meninggal, sempat kami lihat dia menjumpai anaknya yang sedang bermain di depan swalayan dan mengajak anaknya masuk ke rumah,"tuturnya.

Sementara itu, Mamat, tetangga korban lainnya, juga mengungkapkan sempat melihat termenung di bawah gapura pintu gerbang masuk ke rumahnya.

Sementara itu, pantauan tribunbatam di rumah duka, sudah tampak tenda didirikan dan bangku-bangku disusun untuk para pelayat.

Sejumlah personel kepolisian tampak sudah berada di lokasi.

Selain itu, tampak beberapa papan bunga duka di depan gapura pintu masuk rumah mendiang.(R03)


Sumber Berita: tribunbatam.id

Terkini