RIAUSKY.COM - M Ybni Azis (18), dan Ahmat Taufiq (18) setelah motor motor Megapro nopol S 6740 PO yang ditumpanginya tertabrak kereta api di Plosokandang, Kedungwaru, Tulungagung, Senin (30/7/2018).
Dua warga Ngoro, Kabupaten Mojokerto ini adalah calon mahasiswa IAIN Tulungagung.
Kecelakaan ini bermula saat Slamet (53) bekerja memotong kawat baja di sisi utara rel di sekitar 20 meter dari perlintasan tanpa palang pintu di belakang kampus IAIN Tulungagung.
Tiba-tiba kereta api Rapih Doho tujuan Malang melaju dari arah barat. Slamet dikejutkan teriakan warga.
“Awas kereta! Awas kereta!” Tak lama kemudian terdengar benturan benda keras.
Motor Megapro S 6740 PO yang ditumpangi dua orang itu tertabrak kereta. Dua penumpang motor terlempar sampai di dekat lokasi Slamet bekerja.
“Satu orang sempat gerak-gerak. Sedangkan satu orang lain meninggal dunia di lokasi,” ujar Slamet seperti dikutip dari Suryamalang.com
Motor korban hancur berantakan. Sedangkan barang milik korban, seperti ponsel dan helm korban berserakan.
Dua korban adalah calon mahasiswa IAIN Tulungagung. Mereka baru saja registrasi di kampus, dan sedang dalam perjalanan pulang.
Mereka melintas di perlintasan tanpa palang pintu dan tanpa penjaga di belakang kampus. Azis diterima di Jurusan Manajemen Syariah. Sedangkan Taufiq diterima di Jurusan Tadris Biologi.
Slamet mengungkapkan saat itu kedua korban terlihat agak ragu. Motor yang mereka kendarai terlihat sempat melambat di atas rel.
“Seandainya langsung gas kencang, motornya bisa keluar dari rel.” “Padahal jarak motor dengan kereta sudah sekitar 15 meter,” tambah Slamet.
Saat ini jenazah dua korban itu sudah dibawa ke instalasi pemulasaraan jenazah RSUD Dr Iskak Tulungagung. (*)