TEMBILAHAN (RIAUSKY.COM) - Pelaksanaan Pencanangan Measles Rubella (MR) yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir tidak berjalan dengan apa yang sudah direncanakan.
Pasalnya, semula setelah dilakukan pencanangan akan langsung dilaksanakan imunisasi kepada para pelajar yang menjadi peserta acara. Sayangnya, akibat surat edaran dari Mejlis Ulama Indonesia (MUI) tentang kehalalan zat yang terkandung didalam vaksin masih dipertanyakan.
Karena itu, dari sekian ribu pelajar yang hadir di Venue Futsal Sungai yang berlokasi dijalan lingkar Tembilahan, Rabu (1/8/18) hanya 15 pelajar yang sempat di imunisasi.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir menyayangkan masih adanya penolakan Program Nasional Imunisasi Measle Rubella (MR) karena belum adanya pernyataan jelas terkait kehalalan vaksin MR tersebut.
"Ada yang protes ke saya, ada juga yang tidak berkenan hadir dalam kegiatan seperti Kemenag, Ini menjadi sangat sulit untuk kita mesukseskan program Nasional jika masih ada yang tidak mendukung," ucap Zainal arifin saat ditemui usai kegiatan kampanye imunisasi Measle Rubella (MR) di Gedung Venue Futsal, Rabu.
Padahal kata dia, ada sekitar 197.799 anak di Inhil yang akan diimunisasi. Selain itu, kondisi geografis Inhil yang terbilang sulit, juga menjadi kendala dalam pencapaian target imunisasi.
Belum lagi hambatan terkait halal haram dan ketidaktahuan masyarakat tentang apa itu MR.
Zainal mengatakan, perdebatan pro dan kontra terkait halal atau tidaknya vaksin MR ini kembali kepada pemahaman masing-masing. Yang jelas Dinkes mengaku akan tetap menjalankan program Nasional tersebut selagi belum ada intruksi pembatalan dari Pemerintah Pusat.
"Kampanye imunisasi MR tetap kita lakukan, imunisasi juga kita berikan bagi yang bersedia, sedangkan untuk di daerah akan kita kerahkan setelah mendapat keputusan MUI tanggal 8 nanti," ucapnya. (R17)