SELATPANJANG (RIAUSKY.COM)– Kecelakaan di perairan kembali terjadi di wilayah Selatpanjang.
Empat orang pekerja kilang sagu sempat terombng ambing selama beberapa jam sebelum akhirnya berhasil diselamatkan, sementara seorang dilaporkan hilang setelah pompong yang mereka gunakan dihantam kapal besi hingga hancur berderai.
Kelimanya masing-masing adalah Wirdati Ningsih (46), Hendra Wijaya (18), Sulastri (16), dan Pardi (30) dan Supri (20). Dari mereka, hingga berita ini diterbitkan, satu orang, yakni Supri (20) dilaporkan masih mnghilang dan belum diketahui keberadaannya.
Kejadian naas tersebut terjadi Ahad (23/9/2018) diperairan dekat Desa Mekong, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kepulauan Meranti, Riau.
Kelima orang tersebut adalah pekerja kilang sagu dari daerah Penekat.
Kapolres Kepulauan Meranti AKBP La Ode Proyek SH melalui Kapolsek Tebingtinggi Barat, Bonardo Purba membenarkan peristiwa nahas tersebut.
Dikatakan Kapolsek Tebing Tinggi Barat, kejdian tersebut bermula ketika 5 orang penumpang pompong tersebut hendak menyeberang ke Selatpanjang untuk mengantar temannya yang sudah berhenti bekerja.
Namun, Ketika pompong berada di perairan Selat Air Hitam tidak jauh dari Desa Mekong, pompong yang mereka gunakan tiba-tiba ditabrak sebuah kapal besi hingga sebagiannya benar-benar hancur dan pompong langsung karam.
Lima penumpang pompong itu pun langsung tercebur ke laut dan berusaha menyelamatkan diri dengan berpegang pada kayu-kayu sisa pompong yang hancur.
Sejauh ini, identitas kapal yang menabrak pompon para korban sendiri masih belum diketahui.
''Belum...belum tahu kita. Tapi kita sudah kumpulkan keterangan dari para korban. Sementara satu orang memng masih hilang belum ditemukan,'' ungkap Kapolsek.
Keberadaan korban sendiri akhirnya diketahui warga setelah mendengar teriakan minta tolong dari tengah laut. Warga sempat bingung hingga kemudian mendapati empat korban terapung-apung di sekitar lokasi pompong yang hancur dan langsung berupaya memberi pertolongan.(R19)