DELISERDANG (RIAUSKY.COM)- Sempat dilaporkan keluarga hilang pada Selasa (9/10/2018) pagi lalu, Muhajir (49), manajer perusahaan di Tanjung Morawa, yang juga warga Dusun III Gang Gambutan, Desa Bangun Sari, Kecamatan Tanjung Morawa, ditemukan.
Muhajir ditemukan warga dalam keadaan tewas mengenaskan di Sungai Belumai Talun Kenas, Desa Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir, Kamis (11/10/2018) sekira pukul 9.00 Wib.
Sebelumnya, jasad Muhajir ditemukan tanpa identitas mengambang di Sungai Belumai Talun Kenas. Identitasnya berhasil diketahui setelah aparat kepolisian melakukan pengecekan dengan mendatangkan anak korban yng sempat melaporkan menghilngnya Muhajir bersama istri dan anaknya, Selasa (9/10/2018) lalu.
Melihat fakta fisik mayat yang ditemukan, Muhajir diduga tewas dibunuh karena ditemukan dalam kondisi tangan dan kaki terikat.
Kapolsek Tanjungmorawa, AKP Budiono Syahputro, yang dikonfirmasi metro24jam.com sekira pukul 17.20 Wib membenarkan keterangan tersebut.
“Hal itu diperoleh berdasarkan keterangan dari anak kandung korban atas nama Desy Rahmawaty,” katanya.
Dijelaskan Kapolsek, setelah penemuan jasad pria tanpa identitas pada Kamis (11/10/2018), sekira pukul 11.30 Wib, pihak Polsek Tanjung Morawa memberitahukan kepada Desi terkait temuan mayat itu.
“Sekira pukul 12.00 Wib, Desy Rahmawati, bersama suami menuju lokasi penemuan mayat. Saat sampai di lokasi, yang bersangkutan langsung melihat kondisi mayat,” lanjut Kapolsek.
Pada saat melihat kaki jasad tersebut, Desy menemukan tanda bekas luka bekas jahitan akibat luka kena gerinda di kedua kakinya. Selain itu, setelah melihat raut wajah serta kaos bertulisan Dess Colection yang digunakan jasad tersebut, Desy menduga kuat bahwa itu adalah jenazah orangtuanya, Muhajir, yang hilang sejak Selasa (9/10/2018) lalu.
“Tulisan tersebut merupakan merk usaha konveksi baju milik keluarga dari korban,” jelas Budiono.
Selanjutnya, sekira pukul 14.00 Wib, Desy bersama suaminya langsung menuju Polsek Tanjung Morawa untuk memberikan keterangan terkait orang hilang dan penemuan mayat tersebut. “Saat ini kita masih harus menunggu hasil otopsi dan tes DNA untuk memastikan identitas korban tersebut,” pungkas Kapolsek.
Mendadak Hilang
Sebelumnya, pasangan suami istri Muhajir (49) dan Suniati (50) serta anak mereka M Solihin (12) dilaporkan mendadak hilang dari kediamannya di Dusun III Gang Gambutan Desa Bangun Sari, Kecamatan Tanjung Morawa, Selasa (9/10/2018) sekira pukul 15.00 Wib.
Peristiwa itu pertama kali diketahui anak kandung Muhajir dan Suniati, Desy Rahmawaty (23)yang tinggal tak jauh dari kediaman orangtuanya itu.
“Selasa (9/10/2018) pagi, sekira pukul 7.00 Wib, Desy Rahmawaty menghubungi orangtuanya lewat telepon berulang kali, namun tidak diangkat. Karena tidak diangkat, Desy berusaha mendatangi rumah orangtuanya itu karena memang tidak jauh dari kediamannya,” kata Kapolsek Tanjung Morawa, AKP Budiono dalam keterangannya, sebagaimana dilaporkan metro24jam.com.
Tiba di rumah orangtuanya itu, Desy membuka pintu rumah dan masuk ke dalam rumah. Namun, dia tidak menemukan kedua orangtuanya beserta adiknya.
“Kemudian Desy kembali menghubungi orangtuanya via telepon, tapi ternyata handphone milik orangtuanya terletak di atas tempat tidur, di bawah bantal,” lanjut Budiono.
Merasa curiga, Desy kemudian memeriksa keadaan seisi rumah. Di sana dia melihat sepeda motor berikut KTP, SIM, dan dompet milik orangtuanya masih tertinggal di dalam rumah.
Selain itu, Desy juga menemukan sayur yang akan dimasak juga diletakkan di lantai. Desy pun coba bertanya kepada para tetangga mereka, tapi tak seorang pun mengetahui keberadaan orangtua dan adiknya itu. Karena tak mendapatkan hasil, Desy akhirnya melaporkan hal itu pada keluarganya dan selanjutnya mereka membuat laporang ke Polsek Tanjung Morawa.
Polisi yang menerima laporan kemudian melakukan penyelidikan dan olah Tempat Kejadian Perkara.
“Hasil penyelidikan sementara, tidak ditemukan adanya tanda-tadan pengerusakan pada pintu rumah korban, kunci ditinggal lengket pada pintu,” beber Budiono.
Lanjut Kapolsek, dari laporang warga sekitar, bahwa pada hari Senin (8/10/2018) sekira pukul 23.00 Wib, pria yang diketahui bekerja sebagai manajer pabrik kacamata PT Domas itu bersama istri dan anaknya masih terlihat sedang mengecat dinding rumahnya.
“Hasil pengecekan ke SMP Negeri 2, tempat M Solihin bersekolah, diketahui yang bersangkutan tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar pada hari Selasa (9/10/2018),” ungkapnya Budiono lebih lanjut dalam keterangannya.
Hingga Rabu (10/10/2018), keberadaan Muhajir, Suniati dan M Solihin belum diketahui dan masih terus dilakukan pencarian.
Hal itu ditegaskan Kapolsek Tanjungmorawa, AKP Budiono ketika dikonfirmasi metro24jam.com lewat Wakapolsek Iptu Edianto, Rabu (10/10/2018) sekira pukul 13.05 Wib.
“Kita masih melakukan penyelidikan. Di rumahnya tidak ada tanda-tanda kekerasan dan kerusakan,” katanya.
Ketika ditanya soal kemungkinan soal utang-piutang oleh keluarga tersebut, Iptu Edianto, tidak bersedia berspekulasi.
“Masih dalam penyelidikan. Semua barang-barang milik mereka ditinggal di rumah,” pungkas Edianto.(R05)