Diikat Nilon dan Mulut Dilakban,Ini Foto-foto Dua Mayat Terikat Kaki dan Tangan di Buang di Pulau Pandan

Rabu, 17 Oktober 2018 | 09:00:32 WIB
Upaya evakuasi mayat yang ditemukan Basarnas dan Lanal tanjung Balai Asahan di perairan Pulau Pandan. Sumber Foto: restorasidaily

BATUBARA (RIAUSKY.COM)- Dua sosok mayat tanpa identitas ditemukan nelayan di kawasan Pulau Pandan, perairan Batubara, Sumut, Selasa (16/10/2018) sekira pukul 10.00 Wib.

Keduanya ditemukan secara tidak sengaja oleh nelayan. Seorang, yakni korban wanita dalam kondisi telanjang tanpa busana, sementara seorang lainnya pria ditemukan mengenakan celana training warna hitam dan baju bermotif putih hijau. 

Keduanya ditemukan dalam kondisi terikat pada kaki dan tangan serta mulut dilakban. 

Pasca penemuan mayat tersebut, warga langsung menghubungi Basarnas Tanjung Balai Asahan untuk melakukan evakuasi korban yang diduga sudah terapung di perairan sekitar satu minggu. 

Berselang beberapa saat, tim gabungan terdiri dari 6 orang personel Basarnas Tanjung Balai-Asahan (TBA) dibantu 2 orang Personel Lanal TBA dan 1 orang dari Radio RAPI mengevakuasi dua orang mayat sepasang pria dan wanita yang diduga menjadi korban pembunuhan diperairan Pulau Pandan, Kabupaten Asahan, Selasa (16/10/2018) dini hari sekitar pukul 02.00 Wib.

Kedua korban ditemukan pada titik koordinat N 03.31.471 dan E 099.45 486. 

Mayat korban wanita di ruang jenazah RSUD Tanjung Balai Asahan.

Awalnya salah seorang nelayan menemukan mayat pria lalu sekitar 30 menit kemudian ditemukan mayat seorang wanita kondisi bugil di titik koordinat yang sama. 

Seperti dilansir dari restorasidaily.com tim gabungan langsung mengevakuasi jasad sepasang pria dan wanita itu ke Panton Desa Bagan Asahan Kecamatan Tanjung Balai Kabupaten Asahan lalu keruangan jenajah RSUD dr Tengku mansyur Kota Tanjung Balai.

“Kedua mayat itu evakuasi tim gabungan Basarnas TBA dari Panton Desa Bagan Asahan Kecamatan Tanjungbalai Kabupaten Asahan menggunakan Ambulance RSUD dr.Tengku Mansyur Kota Tanjung Balai dan saat ini sudah dibawa ke ruang jenazah,'' ujar Dirut RSUD Tanjung Balai, dr Nurhidayah Agafa Ritonga melalui Dokter jaga, dr Karmila Dewi didampingi Kepala Instalasi Kamar Jenazah Atur Simangonsong.

Kondisi salah satu jenazah lainnya yang ditemukan nelayan.

Dikatakannya, dari hasil visum luar bahwa mayat wanita itu tidak menggunakan pakaian sehelai pun atau bugil dengan kondisi kedua tangan terikat kebelakang menggunakan tali nylon (jemuran) berwarna biru.

Sementara mulut korban  dilakban plastik serta kondisi tubuh mayat sudah mengalami pembusukan hampir 100 persen.

Lanjutnya, mayat pria itu juga kondisinya sama, memakai baju warna biru dan biru  bercorak liris putih dengan menggunakan celana training warna hitam dan celana dalam warna coklat.

“Kondisi kedua mayat itu sudah mengalami pembusukan hampir 100 persen, saat ini kedua mayat itu masih dititipkan di ruangan jenazah RSUD Kota Tanjung Balai karena pihak kepolisian masih melakukan pencarian identitas dan penyelidikan”,jelasnya.

“Kepada warga yang merasa kehilangan keluarga agar mendatangi RSUD dr Tengku Mansyur Kota Tanjung Balai untuk dapat melihat langsung dan bila tidak ada merasa kehilangan maka mayat pria dan wanita itu akan dikuburkan dipemakaman umum Kota Tanjung Balai,” tambah Kepala Instalasi Kamar Jenazah Atur Simangonsong.(R05)

Terkini