Anak Korban Yakin Perempuan yang Tewas Terikat di Pulau Pandan adalah Ibunya, Suniati, Istri Muhajir

Kamis, 18 Oktober 2018 | 06:24:32 WIB
jenazah salah salah satu korban diduga pembunuhan yang ditemukan terikat di perairan Pulau Pandan, Batubara.

MEDAN (RIAUSKY.COM)- Misteri hilangnya 3 orang sekeluarga akhirnya terungkap sebagian. 

Pertanyaan terkait keberadaan Muhajir (49) dan istrinya Suniati (50) serta putra mereka M Solihin, akhirnya memperoleh titik terang. 

Muhajir dan M Solihin sebelumnya ditemukan tewas di aliran Sungai Belumai, Desa Tadukan Raga dan Desa Limau Mungkur, Kecamatan STM Hilir pada Kamis (11/10/2018) dan Minggu (14/10/2018) kemarin. 

Terakhir, jasad yang diduga sebagai Suniati, juga ditemukan tewas mengambang di kawasan Pulau Pandan, perairan laut Batubara, Selasa (16/10/2018). 

Setidaknya, demikian hasil identifikasi sementara oleh pihak kepolisian dan pengakuan Desy Rahmawaty, putri dari pasangan Muhajir dan Suniati. 

DIlansir dari pemberitaan metro24jam.com, Desy mengaku bahwa jasad wanita yang ditemukan oleh nelayan di perairan Batubara itu adalah ibunya, setelah melihat jenazah tersebut di RS Bhayangkara, Rabu (17/10/2018) sekira pukul 9.00 Wib. 

“Saya menduga bahwa itu adalah almarhumah ibu saya setelah melihat ciri-ciri fisiknya,” kata Desy saat dihubungi melalui nomor selulernya, sekira pukul 19.00 Wib. 

Desy menjelaskan ciri-ciri itu antara lain, adanya bekas luka dibagian paha belakang kanan sang ibunda. 

“Saya yakinnya setelah melihat giginya. Gigi ibu itu bagian depan agak besar. Terus agak rata seperti bekas dikikir, karena gigi ibu saya itu memang pernah dikikir,” kata dia. 

Sementara itu, Desy mengaku tidak mengenali jasad pria yang ditemukan bersamaan dengan jasad wanita yang diduga sebagai ibunya Suniati. 

Muhajir, Suniati dan putra mereka M Solihin, diketahui menghilang sejak Selasa (9/10/2018) pagi. 

Desy tidak merasakan firasat apa-apa pun sebelum kedua orangtua dan adiknya menghilang dan akhirnya ditemukan tewas dibunuh. 

Menurut Desy, orangtuanya itu tak pernah terdengar bermasalah. Dia juga tak berani menduga-duga siapa yang telah berbuat begitu keji terhadap orangtua dan adiknya tersebut. 

“Terakhir saya jumpa sama bapak itu Minggu pagi sekitar pukul 9.00 Wib. Sedangkan ibu masih ngobrol sama saya hari Senin pagi sampai sekitar jam 12.00 Wib,” jelasnya.

 Sedangkan adiknya M Solihin, menurut Desy masih masuk ke sekolah pada hari Senin. 

Selanjutnya pada malam harinya, Desy masih bertemu dengan adiknya itu. 

“Malam (Senin malam) itu kan hujan. Jadi saya masih sempat ngobrol juga sama adik saya itu. Baru dia pulang karena mau belajar. Kan lagi ujian mid semester dia,” beber Desy. 

Desy juga memastikan bahwa ada beberapa barang yang hilang dari rumah orangtuanya itu. “Gelang sama kalung mamak yang hilang. Selain itu ada 3 helai handuk, 2 yang sedang, 1 yang jumbo,” kata dia.

Ketika ditanya terkait tanda-tanda kehadiran orang lain saat orangtuanya diketahui menghilang, Desy mengaku tidak begitu memperhatikannya. 

“Gak ada tanda-tanda orang datang,” kata dia. 

Meski begitu, Desy mengakui bahwa jalan dari kediaman orangtuanya itu bisa dilalui mobil tembus ke dua arah. 

“Yang satu lagi bisa tembus dekat Tahu Sumedang itu bang,” katanya. 

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Deliserdang, saat dikonfirmasi sebelumnya mengatakan, polisi masih mendalami temuan mayat di perairan Batubara tersebut. 

“Sementara, kita masih identifikasi dengan tes DNA. Pihak keluarga memang sudah mengakui bahwa itu adalah korban Suniati,” katanya. (R05/m24j)

Terkini