TANJUNG MEDAN (RIAUSKY.COM)- Entah setan apa yang berkecamuk di kepala HL (40) warga RT 01 RW 01 Dusun I Rejosari kepenghuluan Tanjung Medan Barat, kecamatan Tanjung Medan, Rokan Hilir.
Demi melihat bocah perempuan cantik, Alika Viana (11), dia berniat memperkosanya di tengah kebun sawit tempatnya bekerja milik Mangara Tumpang Limbong.
Namun, belum sempat beraksi, korban yang sempat disekap dan dibekap pelaku melawan dan berteriak kencang sehingga membuat HL gelagapan dan ketakutan.
Tak ingin perbuatannya diketahui sesama pekerja di perkebunan tersebut, HL lantas mencekik korban dan menutup mulutnya menggunakan jilbab milik Alika, hingga bocah yang sehari-hari duduk di Kelas V SD Negeri 33 Tanjung Medan tersebut menggelepar dan tidak bergerak lagi.
Saat itulah, HL melancarkan aksi biadabnya. Dia menyetubuhi korban dan untuk menghilangkan bukti, dia pun membelah perut bocah malang tersebut.
Untuk menghilangkan barang bukti, pelaku pun menyembunyikan korban dan berpura-pura kembali bekerja selayaknya tak ada permasalahan terjadi.
Namun, sepandai-pandai menyimpan bangkai, perbuatan HL terbongkar, setelah tiga jam, pihak keluarga melaporkan kehilangan Alika Viana.
Upaya pencarian pun dilakukan hingga akhirnya jenazah Alika ditemukan tiga jam setelah terbunuh.
Kondisi mayat bocah malang itu sungguh mengenaskan.
Pasca ditemukannya pelajar kelas V SDN 033 Tanjung Medan yang diketahui bernama Alika Viana (11) ditengah kebun kelapa sawit milik Mangara Tumpang Limbong, akhirnya jajaran Polsek Pujud berhasil mengamankan seorang laki-laki bernama HL yang diduga sebagai pelaku.
Berdasarkan data yang berhasil dirangkum Riau86.com menyebutkan, bahwa HL ditangkap oleh personil Polsek Pujud pada Kamis (25/10) sekitar pukul 03.15 wib dari kediamannya di Dusun I Rejosari RT 01 RW 01 kepenghuluan Tanjung Medan Barat, kecamatan Tanjung Medan.
Demikian diungkapkan oleh Kapolres Rokan Hilir, AKBP Sigit Adiwuryanto Sik MH kepada Riau86.com kemarin. " Alhamdulillah hanya butuh tiga jam setelah kita temukan mayat korban itu akhirnya kita berhasil mengamankan seorang pria berinisial HL yang diduga sebagai pelakunya, " katanya.
Pengungkapan ini sendiri berdasarkan keterangan sejumlah saksi-saksi. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh salah seorang saksi, Bahari Malau menerangkan, bahwa sebelum kejadian dirinya saat itu tengah bekerja dikebun kelapa sawit milik Mangara Tumpang Limbong bersama dengan temannya Lelek Tono.
Dan dari keterangannya itu diketahui bahwa tersangka HL pergi ke ancak penimbangan sawit dan tidak lama kemudian dirinya melihat korban melintas dikebun tersebut dengan mengenakan seragam sekolah pramuka menuju rumah nenek yang sejak kecil merawatnya.
Dan tidak lama kemudian dirinya mendengar suara jeritan seorang perempuan yang berasal dari ancak penimbangan sawit. Namun, saat itu dirinya tidak memperdulikan suara tersebut dan tetap melanjutkan pekerjaannya.
Akan tetapi, beberapa saat kemudian dirinya juga mengaku curiga kepada HL yang menimbang buah kelapa sawit terlalu lama kembali ke pondok untuk mengangkat sawit. Padahal jaraknya hanya sekitar 150 meter.
Berbekal keterangan tersebut, kemudian petugas kepolisian langsung mencari keberadaan HL. Hingga akhirnya petugas berhasil menemukan serta mengamankan HL dari kediamannya.
Pada saat diamankan, HL sempat mengelak tuduhan bahwa dirinya telah melakukan pembunuhan terhadap korban tersebut. Namun, saat petugas berhasil menemukan kaos warna putih yang ada bekas tapak tangan dan bintik-bintik darah akhirnya HL mengaku perbuatannya.
" Kepada anggota pelaku mengaku telah khilaf karena telah membunuh korban dengan cara membelah perut korban. Tidak hanya disitu saja, dirinya juga mengaku memperkosa korban sebelum membunuhnya, " tegas AKBP Sigit Adiwuryanto kembali. (R04)