BAGANSIAPIAPI (RIAUSKY.COM)- Hampir empat hari dilaporkan hilang, upaya pencarian korban kapal pencari kerang yang tenggelam di Pulasu Halang Belakang-Sei Daun akhirnya menemukan titik terang.
Sabtu (27/2/2018), dua dari empat orang anak buah kapal motor tanpa nama yang dilaporkan hilang berhasil ditemukan.
Namun, kondisinya sudah tidak lagi bernyawa. Ratusan warga terlihat resah dan gelisah menanti kedatangan anggota keluarga mereka yang dilaporkan hilang setelah kapal yng mereka gunakan untuk mencari kerang di lautan lepas pulau halang itu mengalami kebocoran.
Tim gabungan kepolisian, Basarnas dan masyarakat sepanjang hari ini melansir sudah menemukan dua korban, yakni Budi (37) dan seorang korban lainnya, bernama Dayat (25) yang juga merangkap sebagai nakhoda kapal.
Keduanya ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia di dua lokasi berbeda.
''Seorang ditemukan disekitaran Pulau Tuan Syeikh tepatnya berdekatan dengan pulau Pedamaran pada Sabtu (27/10/2018) oleh nelayan pada pagi hari, sekitar pukul 06.00 wib.Korban diketahui bernama Budi (37),''ungkap Kapolres Rokan Hilir, AKBP Sigit Adiwuryanto Sik MH yang dikonfirmasikan melalu Kasat Polair, Iptu Sapto Hartoyo.
''Sementara korban Dayat ditemukan oleh nelayan di daerah Panipahan,'' ungkap dia.
Pasca penemuan itu, nelayan lngsung melapor kpada aparat kepolisian setempat dan dilakukan upaya evakuasi.
Hingga siang tadi, dari dua mayat korban, baru satu yang sudah sampai ke darat. Sedangkan satu lainnya, tiba di Bagansiapiapi pada siang menjelang sore hari.
Tampak sanak keluarga dan warga ramai memenuhi lokasi pendaratan jenzah di Pelabuhan Oliong, Bagansiapiapi, Sabtu (27/10/2018) siang tadi.
Sebagian dari mereka adalah anggota keluarga yang berharap anggota keluarga mereka bisa ditemukan dalam keadaan selamat. Tangis haru juga terlihat dari anggota keluarga yang ditemukan meninggal dunia.
Pasca penemuan, mayat kedua korban kapal tenggelam dibawa ke RSUD Pratomo untuk dilakukan pemeriksaan fisik.
Para korban kapal tenggala ini sendiri dilaporkan hilang saat berlayar di Pulau Halang dalam rangka mengantarkan kerang ke Panipahan.
Kapal Bocor
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, satu unit kapal motor tanpa nama bermuatan puluhan karung kerang dilaporkan hilng di perairan Pulau Halang Belakang kecamatan Kubu Babusalam.
Peristiwa tersebut terjadi Rabu (24/10/2018) sekira pukul 21.30 wib malam.
Pemilik kapal, Suryadi (33) melaporkan kepada Satpol Air Rokan Hilir perihal laporan dari awak kapal yng menyebutkan kapal yang mereka tumpngi mengalami kebocoran dan tidak bisa dihubungi.
Suryadi menjelaskan, sekitar pukul 19.00 wib kapal miliknya, berangkat dari Bagansiapiapi menuju Panipahan. Dan bertindak sebagai nakhoda adalah Ibrahim.
Kapal tersebut membaw 80 karung kerang juga membawa tiga Anak Buah Kapal (ABK), yakni masing-masing Budi (36), Mama (27) keduanya warga jalan Pasir kepenghukuan Bagan Punak Pesisir, serta Dayat (25) warga jalan Simpang Tiga kecamatan Bangko.
Pukul 21.30 wib, Mama menghubungi dirinya dan menyampaikan, terjadi kebocoran kapal dalam perjalanan antara Pulau Halang-Sungai Daun.
Pihaknya berupaya mengkonfirmasi awak kapal, namun hiongga pukul 22.00 tidak ada konfirmasi. Dia pun melaporkan pristiwa tersebut kepada Polair Bagansiapiapi.
Pasca laporan tersebut, upaya pencarian terus dilakukan, namun hingga hari ketiga, tidak ada tanda-tanda keberadaan awak kapal. Hingga kemudian pada pukul 06.00 WIB pagi hri, salah seorang nelayan mlaporkan menemukan mayat mengapung tidak jauh dari Pulau Pedamaran.(CR5/nto)