UJUNGTANJUNG (RIAUSKY.COM)- Pembunuhan terhadap Alika Viana oleh tersangka HA Limbong bukan tindak kriminal biasa. Pelakunya sungguh keji dan tidak berperikemanusiaan.
Dari foto-foto yang diterima redaksi riausky.com terkait pembunuhan bocah kelas V SD tersebut, sungguh menyayat rasa kemanusiaan.
Bayangkan, tubuh korban dibelah menggunakan pisau kater mulai dari bagian perut sampai bagian kemaluan.
Tampak pada foto tersebut organ dalam tubuh Alika berserakan dan sungguh mengenaskan.
Alika sendiri dibunuh oleh pelaku sebelum dilakukan perkosaan. Saat itu, alika yang sempat melakukan perlawanan berteriak keras dan suaranya sempt didengarkan oleh salah seorang saksi kunci dalam peristiwa pembunuhan keji itu.
Karena tak ingin aksinya diketahui, pelaku HA Limbong akhirnya mencekik leher korban hingga meregang nyawa. Korban juga dijerat leher dan mulutnya menggunakan celana panjang yang dipakai untuk pergi ke sekolah oleh bocah piatu itu.
Setelah tak bernyawa, pelaku lantas memperkosa korban. Guna menghilangkan alat bukti, pelaku juga mengoyak perut Alika menggunakan pisau kater yang telah dibelinya terlebih dahulu.
Mengapa sampai sesadis itu, padahal saat itu korban sudah meninggal dunia?
Dalam penjelasannya kepada aparat kepolisian, terungkap kalau perbuatan terkutuk itu dilakukan untuk mempercepat proses pembusukan.
''Alasan tersangka HA Limbong kepada penyidik dirinya membelah perut korban adalah agar mayat korban cepat busuk,'' ungkap Kapolsek Pujud AKP Rahmad Damuri Siregar SH saat ekspose.
HA Limbong sendiri kemudian ditangkap pada 25 Oktober dinihari sekitar pukul 03.15 WIB di rumahnya.
''Awalnya ia tidak mengakui perbuatannya, setelah ditemukan sehelai baju dalam rumahnya ada bekas jari anak, lalu pelaku mengakuinya dan silap telah membelah perut korban dengan pisau cutter hingga isi perut korban terurai, sebelumya korban telah diperkosa," jelas kapolsek.
Dari pemeriksaan juga akhirnya terungkap fakta baru bahwa pelaku juga pernah melakukan perbuatan sadis terhadap korban lainnya yang inisialnya sempat tidak diketahui.
Korban dibunuh pelaku HA Limbong di simpang Buntal Desa Tanjung Medan pada 15 Oktober 2018 lalu.(R05)