RIAUSKY.COM - Polisi terus mengejar tiga pelaku perampokan disertai pembunuhan sopir taksi online di Palembang. Korban bernama Sofyan, 43, hilang sejak dua pekan terakhir.
Seperti diketahui, dalam kasus ini Polda Sumsel berhasil menangkap satu pelaku yakni Ridwan, 45, warga Musi Rawas, Sumsel.
"Saat ini satu tersangka masih di lapangan untuk menunjukkan tersangka lainnya," kata Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat ditemui di RS Bhayangkara, Rabu (14/11).
Ia mengimbau kepada tiga tersangka lainnya agar menyerahkan diri. Namun, jika tak menyerahkan diri, pihaknya akan terus mengejar dan mencari para pelaku.
"Pokoknya kami akan kejar terus hingga ke liang kubur," tegasnya seperti dilansir Jawapos.com.
Dirinya masih enggan membeberkan inisial ketiga tersangka yang buron. Namun, ia mengaku dari tiga tersangka tersebut, dua di antaranya yakni berasal dari Musi Rawas sedangkan satu tersangka dari Musi Banyuasin (Muba) Sumsel.
"Tersangka Ridwan yang kami tangkap itu berasal dari Musi Rawas juga," terangnya.
Terkait dengan pencarian jasad korban, Jenderal Bintang Dua itu mengaku jika pihaknya sempat mengalami kesulitan karena tersangka sempat lupa.
Namun, Dirreskrimum beserta kasubdit Jatanras Polda Sumsel mengambil inisiatif untuk menanyakan kepada para sopir dan warga sekitar hingga akhirnya jasad korban ditemukan meski dalam kondisi tulang belulang.
"Kami menemukan korban tinggal tengkorak kepala, rahang, dan rusuk. Tapi, kami masih menyusunnya apa aja yang masih kurang," tutupnya.
Dari pemeriksaan sementara, korban dihabisi dengan cara dipukul dengan benda tumpul.
"Pemeriksaan tim dokter ada tempurung kepala yang retak, serta rahang sebelah kiri remuk. Diduga akibat pukulan benda tumpul yang sangat keras," kata Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat ditemui di Kamar Mayat RS Bhayangkara Palembang, Rabu (14/11).
Ia mengaku temuan ini berbeda dari pengakuan pelaku yang ditangkap yakni Ridwan, 45. Pengakuan tersangka jika korban hanya dijerat dengan tali. Kemudian, kedua tangannya dipegang oleh tiga pelaku lainnya.
Barulah kemudian korban dibuang. Menurutnya, bisa saja dalam waktu 15 hari korban sudah menjadi tulang belulang karena dimakan binatang serta terjadinya pembusukan.
"Tapi nanti akan dicocokan lagi dari hasil otopsi agar diketahui cara pelaku menghabisi korban," ujarnya.
Saat ini, tim dokter juga telah mengambil sampel darah baik orangtua korban maupun anak korban untuk mencocokan apakah kerangka tersebut merupakan Sofyan atau bukan.
Meskipun begitu, dari barang yang terlihat jika memang benar korban merupakan Sofyan seperti baju dan celana yang dikenakannya.
"Mungkin pencocokan ini butuh proses sekitar satu minggu. Tapi, kami harap proses ini dapat lebih cepat," tutupnya.
Seperti diketahui, Sofyan, 43, menghilang usai mengantarkan penumpang dari kawasan KM 5 menuju Simpang Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II pada Senin (29/18).
Sofyan berhasil ditemukan dengan kondisi telah menjadi tulang belulang setelah sebelumnya polisi menangkap salah satu pelaku atas pembunuhan dan perampokan terhadap sopir taksi online ini. (R17)