Ini Kronologi dan Daftar Nama Korban Tewas 'Adu Banteng' Truk Vs Kijang di Duri

Ahad, 18 November 2018 | 16:16:54 WIB
@Facebook Efrianto Skb

RIAUSKY.COM - 4 orang meninggal dunia di tempat kejadian akibat tabrakan maut antara truk yang mengangkut Crude Palm Oli (CPO) dengan mobil travel Toyota Kijang Innova, Minggu (18/11) sekitar pukul 02.00 WIB. 

Kejadian adu banteng truk vs mobil tersebut persisnya terjadi di depan Toko Garuda Mas, Jalan Lintas Duri-Dumai, Kecamatan Bathin Solapan, Bengalis, Riau, Minggu (18/11) sekitar pukul 02.00 WIB.

Keempat korban tersebut merupakan penumpang mobil Toyota Kijang Innova. Selain 4 nyawa melayang, satu penumpang lainnya juga mengalami luka-luka. Sementara, sopir truk CPO hanya mengalami luka ringan dan sudah diamankan pihak kepolisian.

Kapolres Bengkalis AKBP Yusup Rahmanto mengatakan, truk bernopol BM 8187 RY yang dikemudikan GS tersebut datang dari arah Kota Dumai menuju Duri dengan kecepatan tinggi. Sesampainya di lokasi, truk tangki inipun hendak menyalip truk yang berada di depannya.

"Saat itu kondisi jalan sedikit menikung ke kanan. Truk tangki ini hendak mendahului truk di depannya, tetapi dari arah berlawanan datang mobil travel ini," ungkap Yusup, Minggu (18/11) siang seperti dilansir Jawapos.com.

Karena jaraknya yang sangat dekat, mobil Innova nopol BM 1167 PC itu pun tak dapat menghindar. Akibatnya kecelakaan tak bisa terelakkan. Akibat adu banteng itu, sopir travel dan 3 orang penumpangnya meninggal dunia.

Adapun identitas yang meninggal dunia itu diantaranya, Ahyar Daulay, 35, warga Kabupaten Rohil, yang merupakan sopir travel. Kemudian 3 penumpangnya, Ludisa Taronao, 58, warga Gunung Sitoli, Sumut.

Lalu Helena Boru Nababan, 47, warga Serdang Bergadai, Sumut, Mangabas Manalu, 58, warga Serdang Bergadai Sumut. Sementara satu orang penumpang travel bernama Zoharman Ndruru, 28, berhasil selamat dari kecelakaan maut itu. "Dia hanya mengalami luka ringan," jelasnya.

"Selain korban jiwa, akibat kecelakaan lalu lintas ini kedua kendaraan mengalami rusak berat. Kerugian material diprediksi sekitar Rp 20 juta. Sementara sopir truk sudah diamankan guna dilakukan pemeriksaan," kata dia.

Dari hasil penyelidikan sementara petugas di lapangan, diketahui bahwa kecelakaan lalu lintas diduga terjadi karena kelalaian dan kurang hati-hatinya sopir truk. Ditambah lagi, saat itu ia mengemudikan kendaraannya dengan kecepatan tinggi.

"Karena ketidak hati-hatiannya itulah maka terjadi laka lantas. Dia tidak memastikan ke depan jalan adanya kendaraan lain dari arah berlawanan," pungkasnya. (R02)

Terkini