RIAUSKY.COM - Keterlibatan petugas Rutan Klas I Cipinang dalam aksi kaburnya napi narkoba disayangkan Kepala Rutan, Oga Darmawan.
Menurut Oga, seharusnya Yuanita lebih sayang ke tiga anak dan suaminya ketimbang Muhamad Said yang seorang napi.
Hubungan asmara keduanya bukan cerita baru di lingkungan Rutan. Terlebih Yuanita secara perlahan dibuat membatasi hubungannya dengan Said.
Darmawan mengatakan, Yunaita awalnya bertugas di bagian dapur.
"Awal mulanya, dia bertugas di bagian dapur. Semenjak saya belum disini itu. Pas saya disini, ada laporan bahwa Yun ada hubungan dengan napi. Saya ambil tindakan, Yun saya pindah ke TU. Ke kantor wilayah juga udah direkomendasikan untuk dipindahkan," katanya seperti dilansir Akurat.co.
Darmawan menegaskan, tindakan itu untuk meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan. Terhitung sejak September tahun lalu, ia tidak boleh masuk ke lingkungan dapur Rutan. Wanita berusia 39 tahun ini malah keukeuh menempuh segala cara agar bertemu dengan Said.
"Napi itu single ya. Ibu yang bantu itu sudah punya anak tiga, suaminya juga masih ada. Itu mereka lagi nangis-nangis waktu diperiksa polisi," jelasnya.
Kaburnya Said diakui Darmawan saat sotuasi sedang melaksanakan ibadah solat magrib. Saat itu, pihak Rutan memberikan hak baginpara warga binaan untuk menunaikan ibadah.
"Setelah solat magrib, mereka masuk ke sel masing-masing. Itu kebetulan bersamaan dengan bubar kunjungan," tambahnya.
Status Said diketahui masih menjalani sidang. Napi narkoba ini belum memiliki putusan incracht dari pengadilan. Namun, kasus narkoba yang dilakoninya membuat Said dituntut 19 tahun penjara. (R01)