Koto Mesjid Budidayakan Bibit Ikan Patin Sendiri

Ahad, 13 Januari 2019 | 20:38:52 WIB

KAMPAR (RIAUSKY.COM) - Mahalnya harga bibit ikan patin dari luar daerah, masyarakat Koto Mesjid, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, budidayakan ikan patin sendiri. 

Salah seorang anggota kelompok budidaya ikan patin, Suaimi, mengaku awalnya bibit ikan patin itu didapat dari pulau Jawa. Namun karena jaraknya jauh menyebabkan harga bibit ikan patin jadi mahal. 

"Muncullah inisiatif bibit sendiri," ujarnya, Jumat (11/1). 

Lebih lanjut, Suaimi mengatakan bahwa kolam ikan patin ini sendiri telah ada sejak tahun 2002, kemudian pengembangan pada tahun 2007. Adapun hingga saat ini luas kolam ikan patin masyarakat Koto Mesjid sudah mencapai 2 Hektar. 

Suaimi juga menyebutkan hampir 80% masyarakat di desanya memiliki budidaya ikan patin sendiri. Patin yang dihasilkan tersebut dijual di dalam daerah maupun luar daerah. 

"Tersebar keseluruhan wilayah Riau, bahkan sampai Provinsi tetangga seperti Sumatera Barat dan Sumatera Selatan," ucapnya. 

Ikan patin yang dihasilkan Desa Koto Mesjid tidak hanya dijual dalam keadaan segar namun juga dijual dalam bentuk ikan patin asap. 

"Dibuat salai juga, hampir 10 sampai 12 ton perhari ikan patin salai diproduksi di sini," tambahnya. 

Setiap tahunnya peminta ikan patin salai maupun ikan patin segar meningkat. Kedepannya, Ia berharap peminat ikan patin terus meningkat dan hasil produksi lebih baik. 

Selain itu, usaha kolam ikan patin ini sendiri mendapat dukungan penuh dari Kepala Desa Koto Mesjid, Arjunalis. 

"Alhamdulillah Kepala Desa turut mendukung dan membantu kami," tutupnya. (R10/Mcr)

Terkini