PANGKALAN KURAS (RIAUSKY.COM)- Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di jalan Lintas Timur Sumatera Pangkalan Kuras- Pangkalan Kerinci, Jumat (25/1/2019) petang lalu.
Sebuah mobil bus tronton bermuatan alat berat bernomor polisi BK8902 BG menghantam truk tangki bernomor polisi BM8044 ZU di penurunan kilometer 91 Desa Palas.
Satu orang dilaporkan kewas dalam perstiwa tersebut.
Sopir truk pengangkut alat berat sempat diselamatkan warga dan aparat kepolisian beberapa saat setelah kejadian yang persis terjadi di depan lokasi pembbongkaran badan jalan untuk pembuatan gorong-gorong di Palas itu.
Dari informasi yang dihimpun riausky.com di lapangan, pada saat kejadian, kondisi lalu lintas padat karena ada jalur buka tutup. Diduga, karena dalam kondisi kecepatan tinggi, sopir truk tidak memperhatikan rambu perbaikan jalan yang hanya beberapa meter dari lokasi kejadian.
Karena kecepatan tinggi, truk langsung menyeruduk truk tangki yang berada di depannya hingga ringsek dan nyaris tak berbentuk.
''Sopirnya tadi masih hidup bang, tapi kondisinya penuh luka. Kakinya kalau tak salah hancur, kalau badan sepertinya ada luka juga, karena kan terjepit,'' ungkap Rozi, salah seorang pengguna jalan saat ditemui.
Akibat kejadian tersebut, ruas jalan lintas timur di Palas hingga DUndangan, Pangkalan Kuras mengalami kemacetan parah.
Bahkan, panjang antrean kendaraan mencapai puluhan kilometer.
Sejumlah sopir yang umumnya didominasi truk dan mobil tangki terlihat duduk dan mematikan mesin karena panjangnya antrean kendaraan yang tidak bisa melintas.
Puluhan personel kepolisian juga diturunkan untuk mengatur kembali arus lalulintas di ruas jalan padat aktivitas tersebut.
Sejumlah warga tampak sempat marah karena menduga kemacetan tersebut sengaja diciptakan untuk buka tutup badan jalan yang sedang dalam perbaikan.
''Ya, ini kan sering sekali buka tutup. Jadi kalau ada peristiwa seperti ini, kita tak terlalu percaya, masa iya, tadi siang sudah antre panjang katanya tabrakan truk dengan truk, malamnya ada tabrakan lagi truk dengan truk. Kita semua bukan mau antre, tapi mau jalan,'' kata salah seorang warga yang berharap penataan buka tutup ruas jalan untuk pekerjaan perbaikan box culvert di Palas tersebut bisa menjadi atrnsi semua pihak.
''Kadang karena antrenya sudah telalu lama, sampai lebih setengah jam, sejumlah sopir akhirnya nekat menerobos ampang-ampang yang dibuat oleh sejumlah pemuda. Yang sebelah jalan, kita tak jalan-jalan, ya banyak yang marahlah,'' kata Wagiono, salah seorang pengendara mobil pribadi.
''Kita berharap buka tutup ini dikawal kepolisian, supaya perlakuannya bisa adil dan menunggunya juga tidak terlalu lama. Persepuluh menit kan bisa, jadi tak sepanjang ini antreannya,'' ungkap dia.
Dari pantauan riausky.com, setidaknya antrean di wilayah Palas itu bisa mencapai 2 kilometer dalam kondisi normal. Sementara dalam kondisi kecelakaan seperti kemarin antrean mengular hampir berkisar 10 kilometer.(R04)