Oalah, Perawat Cantik Sebut Kapten Leo Sianturi Marah Ditanya Soal Istri

Ahad, 27 Januari 2019 | 10:45:32 WIB
Perawat cantik yang merawat Kapten Leo Sianturi (tengah)

RIAUSKY.COM – Perawat cantik RS TNI Pematangsiantar membeberkan kronologi Danramil 10 Balimbingan, Kapten Leo Sianturi mengamuk hingga minta pertolongan kepada preisden.

Perawat cantik itu menceritakan awal mula Kapten Leo marah-marah hingga keluar dari rumah sakit.

Menurutnya, kejadian bermula saat pergantian shift perawat malam ke perawat pagi pada 25 Januari 2019. Sesuai standar operasional prosedur (SOP), setelah pergantian shift, perawat pagi harus mengecek kondisi pasien.

“Kalau kami mau tukaran shift antara malam ke pagi selalu kami serah terima. Lalu saya tiba di ruangan Pak Leo Sianturi. Lalu saya menanyakan apakah beliau sudah makan?” ujar perawat itu dalam video yang diunggah di situs RS TNI Pematangsiantar, Sabtu (26/1/2019) seperti dikutip dari Pojoksatu.id.

Perawat itu juga bertanya kemana istri Kapten Leo hingga tidak menemani di rumah sakit. Pertanyaan itulah yang diduga membuat Kapten Leo tersinggung.
 
“Dan saya memang menanyakan siapakah yang menunggu bapak? Kenapa tidak ada yang menunggu? Dan saya tanya juga, ibu ke mana? Dan dijawab sama Pak Sianturi, ‘memang saya sudah cerai dengan istri saya’,” katanya menirukan jawaban Kapten Leo Sianturi.

Perawat cantik yang mengenakan hijab berwarna hitam itu juga menanyakan keberadaan anak Kapten Leo.

“Saya tanya kemudian anak bapak ada berapa? ‘Dua’ dijawab Kapten Leo. Kalau nggak anak bapak lah suruh menunggu, anak saya jauh-jauh, satu di bandung, satu lagi sedang pendidikan. Oh tentara juga ya pak, ya,” imbuhnya.

Menurut perawat itu, Kapten Leo tidak suka dengan pertanyaan itu. Ia tidak senang ditanya soal keluarga, sehingga dia keluar dari kamar perawatan.

“Kemudian beliau nggak terima ucapan saya itu tadi. Berhubung dengan saya menyinggung perasaan hati bapak itu, merasa tersinggung karena saya menanya tentang keluarganya,” katanya.

“Kemudian bapak itu turun dari tempat tidurnya menggunakan tongkat. Kemudian bapak itu keluar. Walaupun itu kami tahan juga bapak itu tidak mau, tetap bapak itu langsung keluar,” jelasnya.

Perawat tersebut secara pribadi meminta maaf kepada Kapten Leo. Dia menegaskan tidak bicara bahwa pasien tidak boleh dirawat jika tidak ditemani pihak keluarga.
 
“Kami dan juga saya pribadi minta maaf. Bapak itu tidak mau dan bapak itu langsung bangun dari tempat tidurnya, langsung keluar. Tidak ada mengucapkan bahwasanya pasien yang tidak ditemani dengan keluarga tidak boleh dirawat. Saya tidak ada ngomong itu,” katanya.

Sebelumnya, Komandan Koramil (Danramil) 10 Balimbingan Kodim 02/07 Simalungun, Kapten Infanteri Leo Sianturi mengamuk di rumah sakit (RS) lantaran tidak mendapatkan pelayanan yang baik dari RS.

Kapten Leo Sianturi yang mengalami luka di bagian kaki, keluar dari rumah sakit tentara secara paksa. Ia turun dari tempat perawatan dan berjalan keluar dengan menggunakan tongkat.

Perawat yang melihat kejadian itu mengikuti dari belakang sambil membawa kursi roda. Leo Sianturi kemudian naik di kursi roda sambil meluapkan emosinya.

Kapten Leo mengaku kesal karena tidak mendapatkan pelayanan yang baik dari rumah sakit.

Ia pun curhat dan meminta tolong kepada Presiden Joko Widodo dan Panglima TNI.
 
“Pak presiden tolong saya Pak Presiden. Saya tentara yang dari masyarakat, akan kembali ke masyarakat. Sakit hati saya. Saya sakit, tidak diopname. Diopname tidak dilayani,” teriak Kapten Leo.

“Saya kecewa dengan rumah sakit tentara. Kecewa pelayanan tidak bisa. Saya seorang perwira. Tidak berfungsi perwira. Sakit, opname tidak bisa. Ini rumah sakit tentara tanpa dirawat. Sakit saya seorang perwira. Tidak berfungsi saya,” tambahnya.

Kapten Leo merasa tidak dihargai sebagai seorang perwira TNI yang memulai karirnya dari prajurit. Ia menyebut pangkat perwira yang disandangnya tidak ada artinya sama sekali.

“Tidak ada artinya angkatan darat di rumah sakit, tidak ada artinya. Inilah nasib saya ini. Saya mulai prajurit masuk sampai perwira,” imbuh Kapten Leo.
 
Video Kapten Leo marah-marah hingga meminta bantuan ke Presiden Jokowi viral di media sosial sejak Jumat, 25 Januari 2019. (R02)

Terkini