PILU...17 Tahun Lumpuh dan Ditinggal Pergi Suami, Suriani: Lagi Hamil, Saya Terjatuh Saat Panjat Pohon Melinjo, Kaki Lumpuh, Bayi Selamat

Selasa, 19 Februari 2019 | 15:40:30 WIB
Suriani didampingi putrinya. Insert: Suriani memperlihatkan hasil payet yang dikerjakannya. 

RIAUSKY.COM - Kisah hidup wanita bernama Suriani ini memang cukup membuat hati terenyuh. Wanita berusia 40 tahun, warga dusun 1 A Desa Sidourip, Kecamatan Beringin, Deliserdang ini, sudah 17 tahun tidak bisa berjalan alias lumpuh. 

Saat ditemui di kediamannya yang persis berada di depan Yayasan Nurul Amin, Suriani yang awalnya terlihat sedikit kaget, kemudian bercerita tentang pengalaman hidupnya yang getir. Saat bergerak mendekat, terlihat di dekat jari kaki kanannya dibungkus kain. 

“Melepuh bang, baru kena knalpot,” tuturnya lirih ketika ditanya soal kakinya yang terbungkus kain itu. Ibu dua anak itu pun hanya bisa menyeretkan badannya untuk bergerak (ngesot). 

Ketika ditanya terkait kelumpuhan yang dialaminya, Suriani yang saat itu didampingi putrinya, terlihat meneteskan air mata. Peristiwa itu menurut dia, terjadi dirinya hendak memanjat pohon melinjo setinggi 6 meter di halaman rumah mereka. 

“Sekitar 17 tahun bang saya jatuh waktu manjat pohon melinjo. Waktu itu saya lagi hamil. Alhamdulillah bayi saya itu selamat,” tuturnya terbata-bata sebagaimana dikutip dari Metro24jam.com. 

Suriani mengaku sudah mencoba berobat segala cara, namun belum juga sembuh. “Dulu pernah juga dibawa ke rumah sakit. Dokter mengatakan umur saya hanya tiga bulan lagi,” imbuhnya dengan air mata terus mengalir.

Mirisnya, saat dia butuh pendamping dan penyemangat hidup, sang suami malah meninggalkannya bersama kedua putrinya dalam keadaan sakit.

Alhasil, Suriani pun harus mencukupi hidup kedua anaknya walau dalam kondisi sakit. Beruntung, ada adiknya yang bersedia membantu Suriani, meski hanya cukup untuk makan. 

“Suami saya pergi sejak tahun 2002 waktu saat saya sakit. Anak saya ini yang kedua, waktu saya mengandung dan jatuh dari pohon melinjo itu. Sekarang dia sudah menikah dan sering juga membantu saya,” beber Suriani.

 Untuk menyambung hidup, Suriani bekerja sebagai pemasang payet pakaian. “Ada tukang jahit yang ngantar ke saya untuk pasang payet. Lepas makan aja bang. Anak saya putus sekolah sejak SMP,” imbuhnya. 

Suriani berharap bisa mendapat bantuan pemerintah agar dia bisa hidup lebih baik. 

“Adik saya pernah mengusulkan ke kepala desa, tapi gak pernah dapat bantuan. Sampai sekarang saya belum pernah dapat bantuan apapun dari Pemerintah,” cetusnya berharap sembari mengusap air mata. 

Suriani mengaku sudah berobat baik medis maupun alternatif, tapi takdir berkata lain. Dia belum memperoleh kesembuhan. 

“Sudah ke sana ke mari lah berobat, tapi belum sembuh juga bang. Saya ingin berobat ke rumah sakit. Saya ingin sembuh. Kalau tak bisa lagi, setidaknya ada kursi roda,” kata Suriani yang pada saat bersamaan juga dijenguk teman sekolahnya sewaktu SMP. 

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Deliserdang, Gustur Husein Siregar, berjanji akan memberi bantuan kursi roda untuk Suriani. “Ya, siapkan persyaratannya, kami akan memberi bantuan kursi roda untuk saudari Suriani,” janji Gustur saat dihubungi via selular. (R03)

Terkini