Jusuf Kalla Meradang: Proyek Kereta Api Trans Sulawesi, Itu Mau Angkut Apa? Nggak Ada...

Kamis, 21 Maret 2019 | 08:26:06 WIB
Jusuf Kalla

JAKARTA (RIAUSKY.COM)- Pembangunan jalur kereta Trans Sulawesi menjadi perhatian beberapa waktu belakangan lantaran dikritik oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). 

JK menganggap pembangunan jalur kereta di Sulawesi berbeda dengan di Jawa sehingga tak perlu dibangun dari Selatan hingga Utara pulau Jong Celebes tersebut.

Jalur kereta Trans Sulawesi rencananya akan menyambung ke  daerah-daerah penting di Sulawesi. Menurutnya pembangunan jalur kereta yang membentang dari Selatan ke Utara itu kurang efisien.

"Sama juga membikin kereta api di Sulawesi sampai ke Manado. Barang apa mau diangkut dari Utara ke Selatan, Selatan ke Utara? Nggak ada," kata JK saat menjadi pembicara dalam acara Indonesia Development & Business Summit 'New Construction Opportunity 2019' di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (22/1/2019). 

Seperti diketahui, Jusuf Kalla adalah putra asli Sulawesi Selatan dan mnguasai banyak celah bisnis di wilayah tersebut. Namun tak melihat potensi efektifitas dari pembangunan saraan kereta api trans sulawesi tersebut.

Sementara pemerintahan saat ini  menjadikan rute dari proyek kereta Trans Sulawesi sebagai  proyek strategis nasional pilihan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yakni lintas Makassar-Parepare.

Rute tersebut merupakan jalur kereta api pertama di Sulawesi setelah terakhir kali pernah ada pada zaman penjajahan Belanda dulu kala.

Pembangunan jalur kereta ini juga merupakan implementasi dari rencana pemerintah yang tertuang dalam Rencana Induk Perkeretaapian (RIPNas) tahun 2030 dalam mewujudkan jalur KA Trans Sulawesi yang akan menghubungkan Sulawesi Selatan hingga Utara. 

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sendiri mengaku belum ada rencana merevisi rencana tersebut.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi seperti dilansir dari detik.com mengatakan pembangunan jalur kereta Trans Sulawesi penting untuk menjadi pendorong sumber pertumbuhan ekonomi baru di Sulawesi. 
Hal ini sekaligus menjawab kritik Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang menganggap kebutuhan jalur kereta di Sulawesi berbeda dengan di Jawa.

Untuk optimalisasi pengoperasian jalur kereta, maka nantinya dikombinasikan penggunaan jalur untuk angkutan penumpang dan barang. 

Angkutan barang disebut bakal menjadi primadona seperti yang sudah dilakukan di Sumatera Selatan.

"Menjawab kritik itu justru kereta ini akan kita fungsikan sebagai angkutan barang. Contohnya Sumatera Selatan, sekarang cashflow KAI itu dari angkutan barang," katanya saat ditemui di lokasi pengerjaan jalur kereta lintas Makassar-Parepare di Pekkae, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, Rabu (20/3/2019).

"Di sana angkutan barangnya 20-30% tapi cost-nya rendah. Ini juga jadi contoh bahwa angkutan manusia itu bisa juga dijadikan angkutan barang. Baru setelah itu kita bertahap daerah-daerah lain kita lakukan. Tapi pondasi angkutan berbasis rel itu harus dilakukan," tambahnya.

Budi bilang pembangunan jalur kereta di Sulawesi sama kejadiannya seperti saat pembangunan jalur kereta di Sumatera dahulu. Saat itu, logistik yang diangkut pada jalur kereta di Sumatera masih sedikit namun pada akhirnya menemui titik ekonomisnya.

"Ini suatu pelajaran yang baik karena kita kan bukan Jawasentris, tapi Indonesiasentris. Oleh karena itu kita harus berani memberikan Sulawesi berinvestasi. Di masa mendatang kalau kereta angkutan penumpang ini sudah jadi, bukan tidak mungkin di Barru ini banyak pemukiman-pemukiman. Dan kalau yang pintar, mereka sudah minta izin lokasi ke Wali Kota untuk dikembangkan karena angkutan kereta api itu paling diminati," ungkapnya.(R04/detik.com)

Terkini