PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Lembaga Al Fahmu Pekanbaru kembali gelar karantina 7 hari hafal Al Quran setelah sukses menyelenggarakan program Tahsin, bimbingan belajar bahasa Arab dan menerjemahkan kitab.
Adapun rencananya acara karantina ini akan dilaksanakan di Taman Budaya, Jalan Sudirman pada tanggal 26 Juni 2019-3 Juni 2019 mendatang dan di peruntukkan untuk anak-anak, remaja hingga dewasa.
“Untuk anak Sekolah Dasar sudah bisa mengikuti acara ini karena ini minimal usianya 10 tahun ke atas,” tutur ketua panitia karantina 7 hari hafal Al Quran, Umar Khattab, Sabtu (22/6/19).
Umar Khattab menyebutkan, tujuannya yaitu mendekatkan anak-anak, remaja hingga dewasa dengan Al Quran. Selain itu ingin mengisi waktu libur dengan kegiatan bermanfaat.
“Jadi liburnya tidak sia-sia dan bisa di manfaatkan dengan menghafal Al Quran,” ujar Umar.
Lebih lanjut Umar menjelaskan, dalam 7 hari menghafal Al Quran akan di targetkan bisa hafal 3 juz, yakni juz 29, juz 30 dan juz 1. Jika peserta sudah ada yang hafal juz 30 maka akan di lanjutkan dengan hafalan juz 29, juz 1 dan juz 2.
Program lain selain menghafal Al Quran yakni peserta karantina akan di bimbing mengenai adab, memperbaiki bacaan Al Quran supaya bacaannya pas, dan berolahraga supaya peserta tidak bosan.
“Jadi di karantina tidak mentok menghafal saja melainkan banyak hal yang didapat,” jelas Umar.
Lembaga Al Fahmu menyediakan 10 orang ustad dan ustadzah dalam membimbing peserta pada saat karantina besok. Setiap 1 muhafidz atau mentor akan membimbing peserta sebanyak 5 orang.
“Setiap peserta yang mengikuti karantina akan difasilitasi sertifikat sebagai bukti apresiasi mereka,” ujar Umar.
Fasilitas lain yang didapat yakni, penginapan, konsumsi 3x sehari, snack 4x sehari, laundry, Al Quran, baju kaos 2 lembar, buku, pena dan buku dzikir.
Harapan untuk pemuda yaitu mudah-mudahan dengan kegiatan ini semakin terbuka lebar jalan untuk generasi penghafal Al Quran.
"Kita mengharapkan generasi yang sholeh, dan inilah salah satu bentuk apresiasi kita untuk mewujudkan generasi sholeh dan sholehah," tutup Umar. (R05/MCRiau)