Sampai Hati! Peras Orang Tua Demi Uang Rp 25 Juta, Mahasiswi Reza Azzahra Pura-pura Diculik dan Minta Tebusan

Jumat, 19 Juli 2019 | 20:37:28 WIB
Mahasiswi yang pura-pura diculik. (Foto: Rei/detikcom)

RIAUSKY.COM - Polisi mengungkap kasus rekayasa penculikan mahasiswi, Reza Azzahra, di Makassar Sulawesi Selatan (Sulsel). Mahasiswi itu pura-pura diculik dan harus ditebus Rp 25 juta. Apa motif mahasiswi pura-pura diculik?

"Buat digunakan belanja, bergaul sama teman-temannya. Mungkin karena pengaruh gaya hidup, karena anak ini cukup berprestasi untuk kampusnya," ujar Kanit Jatanras Polrestabes Makassar Iptu Eka Bayu Budhiawan, Jumat (19/7/2019).

Selain digunakan berfoya-foya, uang tebusan sebesar Rp 25 juta yang diperas kepada orang tuanya sendiri itu rencananya akan dipakai membayar utang serta digunakan membeli buku.

"Pengakuan ke penyidik untuk membayar utang dan membeli buku," kata Eka Bayu. 

Sementara itu, dari hasil interogasi polisi, foto korban saat disekap dengan tangan terikat diambil oleh temannya. Mahasiswi ini mengaku foto tersebut akan dikirimkan ke kekasihnya. 

"Dia minta tolong ke temannya untuk foto, alasannya mau kirim ke pacarnya," ungkap Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko terpisah.

Indratmoko menambahkan, rekening dan nomor telepon yang digunakan oleh mahasiswi ini juga diketahui bukan milik pribadinya. 

"Rekening orang dia pakai dan dia pinjam HP orang terus minta tolong sama keluarganya," lanjut Indratmoko.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko menyebut orang tua Azzahra sampai panik dan melapor ke Polrestabes Makassar pada Kamis (18/7/19). Terlebih, Azzahra sendiri sudah tidak pulang ke rumah selama tiga hari.

"Siang kemarin orang tua anak ini menerima berita melalui pesan singkat di aplikasi WhatsApp bahwa anaknya sedang disekap di suatu tempat oleh seseorang. Dan dikirimkan foto bahwa sang anak sedang dalam posisi terikat dengan mata tertutup," ujar Indratmoko kepada wartawan, Jumat (19/7/2019).

Azzahra juga meminta orang tuanya mengirimkan bukti jika uang tebusan itu telah ditransfer ke rekening yang sudah diberitahu sebelumnya. Bahkan, dia juga memberikan tenggang waktu agar uang tebusan diberikan pada Kamis (18/7) malam pukul 20.00 Wita.

Pada hari yang sama, polisi kemudian melakukan pengejaran terhadap pelaku. Saat itu polisi belum tahu kalau pelaku penculikan adalah Azzahra sendiri.

Polisi menggerebek sebuah rumah di kawasan Kecamatan Tamalanrea Makassar, yang dicurigai tempat pelaku penyekap Azzahra. 

"Kemudian dilakukan pengejaran berbekal informasi orang tua korban dan didapat kurang lebih 21.00 (Wita) di dapat lokasi pertama di mana korban mengirimkan gambar ketika sedang dilakukan penyekapan. Namun tidak didapati korban, yang ada hanya tali bekas pengikat korban," ungkap Indratmoko.

Polisi lalu melakukan pencarian terhadap korban, hingga didapati informasi bahwa mahasiswi itu berada di sebuah rumah di Kabupaten Maros. Dari sini kemudian diketahui bahwa Azzahra merekasaya penculikannya sendiri.

"Dikembangkan kembali sehingga kami temukan korban berada di wilayah Kabupaten Maros dan kita amankan," jelasnya. (R01)

Sumber: Detik.com

Terkini