Gara-gara Listrik Mati, Politisi Demokrat Ini Ingin Menteri Rini Hingga Jonan Mundur

Senin, 05 Agustus 2019 | 15:07:45 WIB
Ferdinand Hutahean/Net

RIAUSKY.COM - Politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, kembali menyinggung soal pemadaman listrik secara besar-besaran yang dilakukan oleh PT PLN (Persero) dari mulai hari Minggu siang (4/8/2019) hingga hari ini (5/8/2019).

Dirinya menyatakan bahwa tidak seharusnya kejadian pemadaman listrik ini terjadi, karena merugikan masyarakat. Dia mengharapkan juga agar Menteri dan pejabat terkait persoalan ini untuk bertanggung jawab.

"Saya yakin PLN tidak ingin pembangkitnya bermasalah. Apalagi Suralaya yang menjadi tulang punggung sistem kelistrikan Jawa. Tapi padamnya Suralaya tadi mlm tidak seharusnya mengakibatkan gangguan separah itu bila sistem interkoneksi Jawa siap. Jawa ini kelebihan daya sangat besar," kata dia dalam cuitan Twitternya, @FerdinandHaean2, yang dipantau Akurat.co, Senin (5/8/2019).

Dirinya pun mengharapkan para menteri dan pejabat mengenai Pemadaman Listrik ini untuk mundur, seperti Menteri BUMN, Menteri ESDM dan Wakil Menterinya, lalu Plt Dirut PLN.

"Pasamnya listrik tadi malam di Jawa harusnya di ikuti pengunduran diri Rini Soemarno, Ignasius Djonan, Archandra Tahar dan Sripeni. Meski padamnya listrik tersebut adalah musibah dan tidak diinginkan, tapi ini tidak bisa ditoleransi sedikitpun," cuitnya.

Seperti diketahui, Pelaksana tugas Direktur Utama PT PLN (Persero) Sripeni Inten Cahyani mengakui masih akan ada pemadaman bergilir bagi masyarakat hingga Senin sore (5/8/2019). Ini menunjukkan bahwa permasalahan pemadaman listrik ini belum selesai sepenuhnya.

"Sampai dengan siang-sore mohon maaf MLS (manual load shedding) atau bergilir masih terjadi," kata Sripeni di kantor PLN Jakarta. (R02)

Sumber: Akurat.co

Terkini