RIAUSKY.COM - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menilai wacana pemerintah untuk memindahkan Ibu Kota Negara ke Pulau Kalimantan tak masuk akal.
Hal itu menurutnya memerlukan banyak pengubahan program yang memakan waktu lama, seperti pembuatan Undang-undang yang kemudian harus dibawa ke DPR dalam bentuk naskah akademik, lalu selanjutnya DPR akan menyosialisasikan ke masyarakat serta meminta jawaban atas setuju atau tidaknya perpindahan Ibu Kota Negara tersebut.
"Ini panjang ceritanya. Makanya sebenarnya nyaris itu perpindahan ibu kota itu tidak masuk akal," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (21/8/2019).
Maka dari itu, Fahri berpendapat yang lebih masuk akal adalah pemindahan kantor pemerintah yang paling banyak dikunjungi seperti Kantor Kementerian Dalam Negeri.
"Makanya saya bilang itu jangan pindah ibu kota. Pindahkan lokasi kantor pemerintah aja. itu yang saya bilang," ungkapnya seperti dikutip dari Akurat.co.
"Bahkan kalau memang mau, kantor pemerintah yang paling banyak didatangi oleh pejabat daerah namanya Kemendagri. Kemendagrinya aja dipindahin kemana begitu, supaya orang jangan datang ke Jakarta," sambungnya.
Diketahui sebelumnya, dalam Sidang Tahunan Bersama MPR RI-DPR RI dan DPD RI, Jumat (16/8/2019) Presiden Joko Widodo telah meminta izin untuk melaksanakan pemindahan Ibu Kota Negara ke pulau Kalimantan. (R02)