Selama Agustus 2019, RSUD Puri Husada Tembilahan Terima 3 Anak Penderita Gizi Buruk

Jumat, 30 Agustus 2019 | 15:29:19 WIB
Direktur  RSUD Puri Husada Saut Pakpahan

TEMBIALAHAN (RIAUSKY.COM) - Untuk bulan Agustus 2019 ini, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan mendapat 3 pasien anak yang menderita gizi buruk. Satu orang sudah bisa pulang dan melakukan rawat jalan, sementara dua anak lainnya masih dirawat di ruang anak RSUD Puri Husada.

Anak penderita gizi buruk yang sudah diperbolehkan pulang adalah corneyus (1,6 tahun) buah hati pasangan Kornelisman dan berlian yang berdomisili di Desa Pulau Burung Km 09 Kampung 62 Dusun Hibrida Jaya di perkebunan (PKB) komplek perkebunan PT RSUP Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Inhil, Provinsi Riau,

"Sedangkan dua anak yang dirawat saat ini adalah M Ramadhani (3,5th), alamat Jalan Prof M.Yamin, M.Yunus (2,6th) alamat jalan Tanjung Harapan ujung," kata Direktur RSUD Puri Husada Saut Pakpahan, Kamis 29 Agustus 2019.

Untuk kedua anak tersebut, lanjut Saut pihak RSUD Puri Husada akan memberikan pengobatan dengan sebaik-baiknya meskipun pasien berasal dari keluarga tidak mampu.

"Jika ada organisasi sosial yang melakukan penggalangan dana untuk pengobatan pasien akan kita manfaatkan, tapi jika tidak ada maka rumah sakit siap membantu pasien. Tidak ada cerita pemerintah tidak hadir disini, karena refesentasi dari pemerintah ya rumah sakit ini," jelas Saut.

Dikatakan Saut, selama ini berbicara tentang kasus gizi buruk disebabkan faktor ekonomi buruk dan berbanding lurus dengan pengetahuan dari keluarga minim. 

"Dengan adanya 3 anak gizi buruk selama bulan agustus ini bukan merupakan hal yang luar biasa. Jika dicari semuanya mungkin lebih banyak lagi di masyarakat yang akan ditemukan. Maka harus ada sinergi antara pemerintahan paling dekat di desa dan pustu untuk dengan cepat memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar selalu tanggap jika anaknya mengalami pertumbuhan yang tidak biasa atau mengalami sakit," 

"Jika itu terjadi, maka bagi anak yang mengalami gizi buruk bisa secepatnya terdeteksi hingga penanganannya bisa lebih mudah," imbuhnya. (R17)

Terkini