RIAUSKY.COM – Kapolri Jendral Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dipastikan akan berkantor di Papua selama sepekan mendatang.
Demikian disampaikan Kapolri Tito Karnavian di Mapolda Metro Jaya, Minggu (1/9/2019).
“Saya sendiri dengan Bapak Panglima nanti paling tidak, mungkin empat (atau) lima hari (dalam) seminggu akan ada di situ (Papua),” tutur Tito.
Hal itu dilakukan agar bisa benar-benar bisa meredam konflik yang ada di Papua sampai dengan dianggap aman.
“Untuk mengendalikan betul-betul situasi terkendali dan melakukan langkah penegakan hukum,” lanjutnya.
Tito menyatakan, saat ini, kondisi di Papua dan Papua Barat sudah mulai kondusif setelah pihak TNI-Polri dan pemerintah daerah melakukan dialog dengan masyarakat dan tokoh di sana.
Dialog tersebut dilakukan antara Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal bersama Kapolda Papua Irjen Rudolf Albert Rodja dan Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Yoshua Sembiring dengan masyarakat dan tokoh Papua.
“Sekarang situasi jauh lebih kondusif, sekarang tahap rekonstruksi,” tuturnya.
Baik Kapolda Papua dan Pangdam Cendrawasih, sambungnya, sudah melakukan dialog dengan kedua belah pihak di Papua.
“Banyak pihak termasuk paguyuban dan masyarakat Papua juga sudah melakukan banyak dialog,” terangnya.
Tito menambahkan, saat ini aparat TNI-Polri tengah kembali tahap rekonstruksi dampak kerusuhan di Papua dan Papua Barat yang terjadi selama beberapa hari ini.
“Dari Pak Wakil Gubernur Papua juga mulai melakukan rekonstruksi pembersihan, kemarin juga dari Polri dan TNI juga membantu membersihkan yang bekas-bekas kebakaran, pecah dan yang lain,” jelas Tito.
Kendati demikian, Tito aparat tetap akan berjaga hingga Papua benar-benar aman dari kerusuhan.
“Tapi kita standby-kan juga pesawat dari Polri maupun TNI termasuk heli kalau seandainya diperlukan,” katanya.
Selain itu, keberadaan aparat keamanan juga masih akan dipertahankan sampai dinyatakan aman.
“Kita tetap menggelar pasukan di sana sampai dengan situasi aman, masyarakat merasa terjamin keamanannya,” pungkasnya.
Sebelumnya, Menko Polhukam Wiranto memastikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan datang ke Papua dalam waktu dekat ini.
Menurutnya, tanpa didesak sekalipun, Presiden memang akan kembali mengunjungi Papua.
“Presiden itu enggak usah disuruh pasti ke sana (Papua). Enggak usah didorong juga pasti ke sana membawa kebaikan,” kata Wiranto Jumat (30/8/2019).
Saat ini, lanjutnya, pemerintah masih melakukan negosiasi dan dialog dengan sejumlah tokoh di Papua dan Papua Barat.
Tujuannya agar masyarakat tidak tersulut emosi yang menyebabkan kerusuhan.
Ia juga menekankan bahwa penambahan aparat kemanan ke Papu bukan untuk melawan masyarakat Papua.
“Tapi mengamankan objek-objek vital jangan sampai dirusak oleh masyarakat yang tidak sadar,” jelasnya.
Pihakya berharap masyarakat bisa menahan emosi dan tidak melakukan demonstrasi anarkis yang dapat meresahkan masyarakat lainnya. (R01)
Sumber: Pojoksatu.id