Luar Biasa, Pemerintah dan Warga Sumbar Kumpulkan Rp4 Miliar untuk Pulangkan Warganya dari Wamena

Rabu, 02 Oktober 2019 | 17:30:16 WIB
Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abid saat menemui warganya yang menjadi korban kerusuhan di Wamena, Papua beberapa waktu lalu. Foto: tribunkaltim

PADANG (RIAUSKY.COM)- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berhasil mengumpulkan total dana sebesar Rp4 miliar untuk memulangkan warganya dari Wamena, Papua. 

Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah karena donasi penggalangan dana terus dilakukan. 

"Sudah terkumpul Rp 4 miliar. Tadi malam saat penggalangan dana di Jakarta terkumpul Rp 3,1 miliar. Kemudian di rekening Sumbar Peduli Sesama ada sekitar Rp 1 miliar," kata Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit saat menerima sumbangan dari Pengadilan Tinggi Agama Sumbar, Rabu.

Dengan terkumpulnya dana tersebut, Nasrul menyebutkan, saat ini, pihaknya sudah mulai memulangkan warganya yang hendak kembali dari Wamena. 

 Pemerintah Provinsi Sumbar  mulai memulangkan warganya di Wamena ke kampung halamannya secara bertahap Pada Rabu (2/10/2019) ini, ada 50 orang warga asal Sumbar di Wamena yang diberangkatkan menuju Jakarta untuk selanjutnya dibawa ke Padang. 

Sebelumnya, Selasa (1/10/2019) ada 130 orang yang diberangkatkan dengan kapal laut KM Ceremai menuju Tanjung Priok Jakarta. 

"Sudah mulai kita pulangkan. Kemarin ada 130 orang dengan kapal laut dan hari ini ada 50 orang dengan pesawat Hercules," kata Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit dilansir dari  Kompas.com, Rabu (2/9/2019) di Padang. 

Nasrul menyebutkan, dengan jumlah sumbangan yang terkumpul melebihi target ada kemungkinan pemulangan warga di Wamena dilakukan dengan menggunakan pesawat. 

Awalnya, Pemprov Sumbar berencana memulangkan warganya di Wamena dengan menggunakan kapal laut. 
"Kita lihat nanti apakah dipulangkan dengan pesawat atau kapal laut. Namun karena dana yang terkumpul cukup banyak, bisa saja dengan pesawat," kata Nasrul. 

Menurut Nasrul, berdasarkan data saat timnya ke Wamena beberapa waktu lalu ada 1.470 warga yang ingin pulang ke kampung halaman. 

"Dari data awal ada 1.470 orang. Namun angka itu masih bisa berubah karena ada yang belum terdata dan ada yang ingin bertahan karena ada aset mereka yang tinggal," kata Nasrul. (R03)

Terkini