JAKARTA (RIAUSKY.COM) - Meski ada perlambatan ekonomi global, namun Bank Indonesia (BI) masih optimis negara itu tetap jadi daya tarik untuk masuknya modal asing lewat investasi hingga akhir tahun 2019.
"Dari perspeksif Indonesia masih lebih baik dengan pertumbuhan 5 persen lebih baik," Kata Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter (DKEM) BI Syachman Perdymer pada acara Capacity Bulding wartawan di wilayah kerja KPw BI yang dilaksanakan di Jakarta, Sabtu (5/10/2019).
Syachman Perdymer menjelaskan banyak faktor kelebihan lainnya lagi yang dimiliki Indonesia untuk optimis akan kemasukan aliran modal asing.
"Apalagi data juga menunjukkan triwulan II 2019 aliran modal masuk ke Indonesia masih surplus, triwulan III hingga Juli 2019 bahkan aliran modal masuk positif," ujar Syachman.
Seperti suku bunga semua negara turun, tetapi Indonesia masih lebih baik dari negara lain.
"Sementara negara maju suku bunga mendekati nol. Faktor ini membuat Indonesia relatif stabil 4-5 tahun stabil kalau kita aman maka investor akan relatif aman," tuturnya.
Selain itu katanya, Indonesia juga punya nilai tukar relatif stabil, akhir tahun menguat. Investor global.
"Kita melihat pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan sedang gencar di Indonesia, dan pembangunan Sumber Daya Manusia dan orang bagus, sehingga melihat struktur ekonomi tersebut investor mau menanamkan modal," kata dia. (R02)