Jadi Korban Penusukan, IPW Sebut Wiranto Bukan Target Jaringan Teroris

Jumat, 11 Oktober 2019 | 08:30:48 WIB
Wiranto saat diamankan oleh para pengawalnya dari pelaku penusukan

JAKARTA (RIAUSKY.COM) - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam)‎, Wiranto menjadi korban penyerangan serta penusukan yang dilakukan oleh sepasang suami istri, FA (21) dan Abu Rara (31). Wiranto diserang usai melakukan kunjungan di daerah Pandeglang.

Mantan Panglima ABRI tersebut diserang sesaat turun dari mobilnya di Alun-Alun Menes, Pandeglang. Saat ‎itu, Wiranto ditusuk dengan senjata tajam jenis belati dan melukai bagian perut sebelah kiri. 

Namun, penusukan terhadap Wiranto menjadi tanda tanya besar bagi Indonesian Police Watch (IPW).

‎"Kasus penusukan Wiranto yang disebut dilakukan jaringan teroris ISIS ini jadi pertanyaan besar bagi IPW," kata Presidium IPW, Neta S Pane seperti dikutip dari Okezone, Jumat (11/10/2019).

Menurut Neta, selama ini Wiranto tidak pernah 'bersentuhan' dengan kasus terorisme. Berdasarkan hasil penelusuran IPW, Wiranto bahkan bukan target sesungguhnya jaringan teroris.

‎"Nama Wiranto hanya satu kali disebut sebagai 'target' dan itu muncul usai pilpres 2019 pasca terjadinya kerusuhan 22 dan 23 Mei," ujarnya.

Neta belum ingin berandai-andai terkait motif yang sesungguhnya terkait penyerangan Wiranto. Namun, kejadian ini bertepatan dengan tidak lolosnya partai yang dibangun Wiranto dan akan berakhirnya kabinet kerja Presiden Jokowi - Jusuf Kalla (JK).

"Apa yang tersirat dari kasus penusukan ini hanyalah bahwa ancaman keamanan masih merupakan momok yang menakutkan di negeri ini dan orang-orang nekat masih bergentayangan dan setiap saat bisa menyerang terhadap siapa saja," ucapnya.

Sebelumnya, Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo mengungkap bahwa, pelaku penyerangan Wiranto ‎diduga terpapar paham ISIS. Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami keterlibatan terduga pelaku penyerangan Wiranto dengan jaringan ISIS.

"Diduga terpapar radikal ISIS, ini masih didalami dan Densus 88 masih meminta keterangan para tersangka," kata Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta.

Sementara itu, Kepala Badan Intelijen Negara (Ka BIN), Budi Gunawan menyebut bahwa terduga penusuk Wiranto, Abu Rara merupakan anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi. Sebelum bergabung di JAD Bekasi, Abu Rara pernah ada di dalam jaringan JAD Kediri.

"Bahwa dari dua pelaku ini kita sudah bisa mengidentifikasi bahwa pelaku adalah kelompok JAD Bekasi," kata Budi Gunawan di RSPAD Gatot Subroto.

Berdasarkan penelusuran, kelompok JAD di Indonesia ‎memiliki persamaan visi dan misi ataupun terafiliasi dengan kelompok ISIS. (R01)

Terkini