RIAUSKY.COM - Politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, menyindir keras kinerja Direksi BPJS Kesehatan.
Menurutnya jika direksi benar-benar tidak malas karena sudah digaji besar maka tugasnya tidak hanya sekadar mengumpulkan iuran dan membayar kepada rumah sakit saja dan bisa mengatasi soal defisit anggaran.
"Andai direksi @BPJSKesehatanRI benar-benar mikir menggunakan hati dan pikiran mengelola BPJS dengan sistem yang baik, maka kerjanya tidak hanya memungut iuran dan membayar RS saja. Tapi mestinya bisa membangun RS Khusus BPJS di tiap Kabupaten/Kota seluruh Indonesia. Itu kalau tidak malas," sindir dia dalam akun Twitternya, @FerdinandHaean2 yang dipantau Akurat.co, Selasa (5/11/2019).
Dia menguraikan jika Indonesia terdiri dari 514 Kabupaten/Kota, bila dibangun RS Khusus BPJS dengan nilai masing-masing Rp500 miliar maka total Rp257 triliun.
"Itu 10 tahun paling lama sudah selesai seluruh Indonesia, apalagi menggandeng investor, pasti lebih cepat selesai. Makanya jangan malas @BPJSKesehatanRI," kritiknya lagi.
Ia pun buka-bukaan bahwa gaji direksi BPJS Kesehatan amat besar yakni menyentuh Rp200 juta per bulan. Sangat besar untuk orang yang hanya bertugas mengumpulkan iuran dan membayarkannya ke rumah sakit.
"Gaji Direksi @BPJSKesehatanRI kabarnya Rp200 Juta/bulan. Besar sekali untuk direksi yang kerjanya cuma menerima uang iuran dari bank dan mentransfernya ke RS sebagai pembayaran. Direksi tidak kreatif mencari atau mengembangkan cara supaya uang iuran bertambah tanpa bebani rakyat," ucapnya.
Ferdinand pun meminta agar Jokowi mengganti para direksi BPJS Kesehatan yang pemalas dengan yang mau capek dan kreatif bekerja untuk rakyat.
"Pak Presiden @jokowi, mohon kiranya Direksi @BPJSKesehatanRI segera diganti. Angkat Direksi dari orang-orang yang mau capek, tidak malas dan rajin serta kreatif. Soal BPJS ini butuh orang-orang yang berdedikasi melayani, bukan orang yang hanya ingin jabatan. MELAYANI RAKYAT ITU BUTUH ORANG YANG SIAP BERKORBAN," pintanya.
Menurut Ferdinand masih banyak rakyat yang bahkan untuk mendapat uang 10 ribu rupiah saja setiap hari susah. Lantas bagaimana dia akan membayar iuran BPJS setiap bulan?
"Makan saja kurang. Inilah yang harus dipikirkan oleh pemerintah. Semangat BPJS itu adalah gotong royong, ini yang hilang. @BPJSKesehatanRI," tutupnya. (R02)
Sumber: Akurat.co