KERITANG (RIAUSKY.COM)- MW (22) seorang ibu rumah tangga tewas dengan cara mengenaskan.
Tubuh dan wajahnya penuh luka lebam setelah diduga jadi korban tindak penganiayaan oleh suaminya sendiri, HS (44).
Kejadian tersebut berlangsung Rabu (11/12/2019) pagi di rumah tempat tinggal mereka di Desa Kuala Keritang, Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir.
Dilansir dari keterangan kepolisian, tindak penganiayaan berat terhadap MW terjadi Gara-gara, HS mendapat informasi kalau istrinya yang masih berusia muda itu diduga melakukan perselingkuhan.
Keduanya sempat terlibat perang mulut sebelum berakhir dengan penganiayaan berat yang menewaskan MW.
Kalap, HS memukul wajah istrinya dengan tangan. Tak cukup sampai disana, dia juga memukuli tubuh istrinya dengan kawat gantungan pakaian hingga mengalami memar.
Rupanya, HS belum juga berhenti dengan aksinya, dia lantas mengambil sebuah kayu broti lantas memukulnya ke arah pingga sang istri yang sedang hamil lima bulan hingga ambruk.
Mendapati istrinya tak lagi bergerak, HS lantas keluar dari rumah dan memberitahukan kepada para tetangganya kalau sang istri sudah tidak bergerak. Sementara dia langsung melarikan diri dari rumah.
Warga yang melihat korban sudah terkapar tak lagi bergerak pun heboh. Mereka mendapati kondisi luka di tubuh korban dan lantas melaporkan peristiwa ini kepada orang tua korban yang selanjutnya melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian.
Kapolsek Keritang AKP Martunus yang dikonfirmasi wartawan membenarkan peristiwa itu.Pihaknya juga sudah mengamankan HS, selaku terduga pelaku di Mapolsek Keritang.
''Benar, ada tindak kekerasan dalam rumah tangga, korban meninggal dunia adalah istri dari pelaku,'' ungkap Kapolsek kepada wartawan dilansir dari indragiripos.com.
Dikatakan Kapolsek, "Pelaku melakukan penganiayaan kepada istrinya karena cemburu. Pelaku mendapat informasi bahwa istrinya selingkuh, sehingga terjadi pertengkaran," ujar Kapolsek.
Karena tersulut emosi, pelaku dalam penjelasannya kepada kepolisian meninju wajah istrinya lantas mengambil gantungan baju yang terbuat dari kawat dan memukul tubuh korban.
"Tak hanya sampai disana, pelaku kembali mengambil sebatang kayu broti sepanjang 60 centimeter dan memukul pantat istrinyahingga kerkapar dan tidak bergerak lagi. Selepas itu pelaku memberitahukan kepada tetangganya bahwa istrinya tidak bergerak lagi di rumah dan dia pergi," papar Kapolsek lebih jauh.
Pasca mendapat laporan dari masyarakat, kepolsian Sektor Keritang langsung turun ke lokasi dan melakukan pengejaran terhadap HS.
Dia berhasil ditangkap tidak jauh dari lokasi pelarian tanpa melakukan perlawanan.
Sejauh ini, pelaku mengakui perbuatan yang dilakukannya.
Orang tua korban, Sahak yang menyaksikan anaknya, MW sudah tidak bernyawa lagi tampak syok.Apalagi mendapati informasi kalau pelakunya adalah menantunya sendiri.(R05)