Walhi Kritik Jokowi: Seperti Suntuk di Jakarta, Liburnya Pindahkan di Ibu Kota

Selasa, 17 Desember 2019 | 00:02:55 WIB
Presiden Joko Widodo saat meninjau lansekap rencana pembangunan pusat ibukota Republik Indonesia di bersama Gubernur Kalimantan Timur.

JAKARTA (RIAUSKY.COM)- Wahana Lingkungan Hidup Indonesia ( Walhi) mengkritik keputusan Presiden Joko Widodo memindahkan ibu kota negara ke Kalimantan tanpa didahului kajian yang matang.

Kepala Departemen Advokasi Walhi Zenzi Suhadi menyebut, keputusan Presiden Jokowi memindahkan ibu kota ke Kalimantan tak ubahnya dengan orang yang sedang ingin berlibur.

Zenzi menegaskan, pemindahan ibu kota membutuhkan kajian yang matang karena jadi momentum membuat peradaban baru sebuah bangsa.

Sedangkan, menurut Zenzi, pemerintah belum melakukan kajian matang terkait pemindahan ibu kota.

Ia berpendapat, pemindahan ibu kota hanya akan menghabiskan uang yang seharusnya dapat dialolasikan ke sektor lain yang lebih membutuhkan.

"Sekarang, kita periksa, apalah memindahkan Istana ini adalah situasi yang penting dan mendesak untuk dilakukan? Ada masih sangat banyak PR negara ini, di provinsi-provinsi lain yang harus diselesaikan dengan uang yang ada," kata Zenzi.

Kritik senada disampaikan Koordinator Jaringan Advokasi Tambang Merah Johansyah.

Ia menyebut wacana pemindahan ibu kota tidak melibatkan masyarakat, khususnya warga Kalimantan Timur yang akan paling terdampak.

"Tidak ada konsultasi publik di situ. Yang terjadi adalah presiden putuskan duluan, setelah itu baru dikaji. Terbalik, mestinya dikaji dulu, baru diumumkan. Jadi ini kejahatan terhadap partisipasi publik," kata Merah.(R04)

Terkini