LIMAPULUH KOTA (RIAUSKY.COM)- Jalan penghubung antara Provinsi Sumbar dan Riau kembali dilanda longsor, Jumat 20 Desember 2019. Kali ini longsor yang menimbun badan jalan tersebut berada di KM 156 tepatnya di Jorong Simpang Tiga, Nagari Koto Alam, Kecamatan Pangkalan Kabupaten Limapuluh Kota - Sumbar.
Kapolres Limapuluh Kota AKBP Sri Wibowo menginformasikan peristiwa longsor itu terjadi pada pukul 17.30 WIB tadi sore. Akibatnya, Jalan Negara Sumbar Riau ini sempat terputus sebelum material longsor dibersihkan oleh petugas terkait bersama masyarakat.
"Longsor ini mengakibatkan separuh badan jalan tertutup materi longsor setinggi kurang lebih satu meter. Sedangkan panjang 20 meter sehingga sempat mengganggu arus lalu lintas Sumbar Riau," kata Kapolres Limapuluh Kota.
Ia menjelaskan langkah-langkah yang diambil yaitu bekerja sama dengan masyarakat membuang materil longsor dari badan jalan. Kemudian berkoordinasi dengan Dinas PU untuk mendatangkan alat berat ke lokasi longsor agar dapat membersihkan materil longsor yang menutupi sebahagian badan jalan tersebut.
"Hal ini dimaksudkan supaya arus lalu lintas Sumbar Riau kembali normal. Untuk sementara waktu, arus lalu lintas sudah lancar kembali dan kami laksanakan dengan memakai sistem buka tutup," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Limapuluh Kota dalam salah satu akun media sosialnya mengimbau agar masyarakat mengurangi aktivitas di daerah rawan bencana. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari terjadinya korban jiwa dan bencana lain yang akan terjadi.
Sementara itu, Kepala BPJN III, Ir Aidil Fiqri mengatakan, akibat adanya pergerakan tanah itu, jalan menjadi retak-retak.
Untuk mengantisipasinya, saat ini petugas dari BPJN III sudah mengirimkan sirtu untuk mengisi celah jalan yang retak.
“Kita tangani secara darurat dulu. Celah-celah kita timbun. Alat berat sudah kita siagakan di sana. Selanjutnya kita akan kirim tim ahli dari bina marga dan tim reaksi cepat bencana alam untuk survei pergerakan tanah tersebut,” ujarnya ketika dihubungi Sabtu (21/12/2019) malam.(R03)