RIAUSKY.COM - Ada temuan baru terkait penyerangan teror kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.
Hak itu disampaikan mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Hendropriyono.
Dia pun meminta Kapolri Jendral Pol Idham Azis segera mengumumkan pelaku penyerangan teror kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.
Hendropriyono mengungkapkan sudah bertemu dengan Idham Azis dan menanyakan sejauh apa penanganan kasus yang telah berlangsung hampir tiga tahun itu.
"Saya juga ingin mendapat sebuah ketegasan ada progres atau tidak. Dijawab, ada temuan baru yang sudah menuju pada kesimpulan. Oleh sebab itu saya nggak ngasih waktu lagi. Saya bilang secepatnya segera diumumkan siapa (pelakunya)," kata Hendropriyono saat silaturahmi ke kediaman Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang menggelar open house dalam merayalan Natal di Widya Chandra, Jakarta, Rabu (25/12/2019).
Hendropriyono meminta media segera menanyakan langsung kepada Idham Azis soal perkembangan kasus teror terhadap 'pendekar' antikorupsi itu. Menurut dia, pengungkapan kasus tersebut tinggal menunggu hitungan hari.
"Kalau saya bilang secepatnya berarti dalam waktu harian. Udah tanyakan langsung ke sana?" ujarnya.
Hendropriyono mengaku sudah mendapatkan langsung informasi perkembangan terbaru tersebut dari orang nomor satu di Bhayangkara itu.
"Tanyakan langsung ke Kapolri. Yang jelas sudah disampaikan kepada saya temuan barunya itu seperti apa. Tanyakan langsung ke Kapolri," tandasnya.
Sebelumnya, Kadiv Humas Polri Irjen Pol M. Iqbal mengatakan bahwa tim teknis kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Naswedan telah memeriksa 73 saksi, 114 toko kimia, hingga uji laboratorium forensik 38 titik CCTV guna mengungkap kasus tersebut.
"Sejak terjadinya peristiwa kita melakukan upaya-upaya itu. Teman-teman paham sudah 73 saksi yang kita periksa, 114 toko kimia kita periksa, 38 titik CCTV. Bahkan CCTV itu kita periksa secara laboratorium forensik kepolisian scientific di Mabes Polri maupun di AFP di Australia," kata Iqbal.
Iqbal menegaskan bahwa Polri sangat serius untuk mengungkap kasus penyiraman air keras yang sudah hampir berlangsung dalam tiga tahun itu. (R01)
Sumber: okezone.com