Soal Konflik Natuna, Prabowo Sebut China adalah Negara Sahabat, Tapi Sahabat Kok Gitu?

Jumat, 03 Januari 2020 | 22:20:42 WIB
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Wakil Ketua Komisi Militer Pusat China (CMC), Jenderal Xu Qiliang. (Foto: ANTARA)

RIAUSKY.COM - Beberapa hari terkahir jadi hari paling sibuk buat Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto soal invasi kapal-kapal asal China di perairan Natuna, Kepulauan Riau. 

Namun demikian, Prabowo bilang bahwa China tetaplah negara sahabat.

Hal ini disampaikan di hadapan awak media usai Prabowo bertemu Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

"Ya saya kira kita harus selesaikan dengan baik. Bagaimanapun China adalah negara sahabat," kata Prabowo di Kantor Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jumat (3/1/20) petang.

Prabowo bilang, pertemuannya kali ini dengan Luhut dilakukan dalam rangka koordinasi. Salah satunya memang dibahas mengenai konflik dengan China di Natuna.

"Saya selalu koordinasi dengan Menko-Menko. Pernah Menko perekonomian, Menko Polhukam, ya kita harus koordinasi karena kerja sama kita harus baik. Tim ya," tambahnya.

Sejauh ini, Prabowo mengamati Indonesia dan China sudah menyampaikan sikapnya. Adanya perbedaan klaim atas Natuna ini, lanjut Prabowo, perlu dicarikan solusi.

"Yah kita tentunya kan begini ya. Kita masing-masing punya sikap, kita harus mencari suatu solusi yang baiklah. Di ujungnya saya kira kita bisa dapat solusi," bebernya.

Ditanya mengenai dampak memanasnya hubungan ini terhadap investasi China di Indonesia, Prabowo punya pendapat tersendiri. "Kita cool saja, kita santai ya," tutupnya. (R02)

Sumber: CNBC Indonesia

Terkini