BAGANSIAPIAPI (RIAUSKY.COM) - Penyakit kanker kulit yang diderita Rukiah (55) warga Sido Tani rt 012 wr 003 Kepenghuluan Cempedak Rahuk Kabupaten Rohil - Riau, yang diduga tergolong tumor ganas yang sudah menyebar di muka sehingga merontokan kulit wajah dan renggut penglihatan Rukiah.
Rukiah tidak bisa berbuat banyak lagi, dia hanya bisa terbaring ditempat tidur dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Kedua mata Rukiah tidak bisa lagi melihat indahnya dunia. Sel kanker kulit yang diderita Rukiah telah menggerogoti kedua belah matanya, sehingga tidak bisa melihat apa-apa.
Ketika awak media menyambangi rumah korban yang berada di rt 012 rw 003 Sido Tani Kepenghuluan Cempedak Rahuk, Sabtu (11/1/20) siang. Terlihat Rukiah berada didalam kamar lagi terbaring di atas kasur. Kondisi Rukiah sangat memprihatinkan sekali, kedua bola matanya tidak terlihat lagi dan kulit wajahnya mulai terkelupas dimakan kanker.
Suami korban, Rustam Efendi Siregar (55) menceritakan bahwa penyakit yang diderita istrinya semenjak tahun 2014 yang lalu.
"Didekat hidung istri saya ada tahi lalat, ntah apa penyebabnya, tahi lalat tersebut gatal dan digaruk oleh istri saya sehingga infeksi. Dari hari kehari, luka di tahi lalat istri saya semakin besar" cerita Rustam Efendi yang bekerja hanya buruh tani tersebut.
"Lihat keadaan istri semakin parah, saya bawa dia berobat ke rumah sakit dengan mengunakan kartu BPJS kesehatan yang saya bayar setiap bulan. Namun, hasil tidak ada perubahannya. Saya tidak sanggup lagi untuk membayar BPJS setiap bulannya, karena yang saya bayar bukan cuma untuk istri saya tapi juga untuk saya dan dua anak saya yang belum menikah," ungkap Rustam Efendi yang memiliki tujuh orang anak.
"Alhamdulilah, saya dibantu oleh Polres Rohil, saya mendapat BPJS kesehatan dari Bhayangkara dan semua nya dibayar oleh Polres Rohil. Sehingga istri saya dirujuk lah ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Sampai di rumah sakit, istri saya tidak ditangani serius oleh rumah sakit. Selama delapan bulan saya dan istri di rumah sakit duit tidak ada lagi untuk makan, semua telah dijualkan. Namun hasil tidak ada, yang saya dapat dari keterangan dokter bahwa mereka tidak sanggup menanggani istri saya," kata Rustam dengan wajah yang sangat sedih.
"Saya sangat mengharapkan kesembuhan istri saya dan saya juga mengharapkan uluran tangan Darmawan untuk membantu saya. Saya tidak punya apa apa lagi untuk membawa istri saya berobat," harapnya. (R15)