RIAUSKY.COM - Langkah pemerintah mengevakuasi sebanyak 243 warga negara Indonesia (WNI) dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT) mendapat apresiasi dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di DPR RI.
"Memang serba risiko, tidak dijemput, mereka akan terisolasi dan bisa kekurangan bahan makanan. Ketika dijemput, dikhawatirkan bawa virus," kata Sekretaris Fraksi PPP DPR RI Achmad Baidowi di Jakarta, Minggu (2/2/2020).
Namun, menurut dia, lebih baik para WNI dijemput dengan pelbagai antisipasi medis agar tidak terjadi penyebaran Virus Corona (Koronavirus).
Kalau para WNI tetap di Wuhan, kata dia, potensi tertular Virus Corona akan sangat besar.
"Terbukti ada beberapa WNI yang tidak diizinkan pulang karena tidak dalam kondisi fit. Namun, mereka belum tentu terkena Virus Corona. Nah, yang bisa pulang dan sudah mendarat di Wuhan adalah mereka yang dinyatakan sehat," ujarnya.
Bahkan, menurut dia, ketika 243 WNI yang tiba di Batam, mereka harus melewati beberapa screening, di antaranya penyemprotan untuk membunuh virus, lalu masih dikarantina selama 14 hari guna memastikan kesehatannya.
Terkait dengan polemik lokasi karantina di Natuna, Achmad Baidowi berpendapat bahwa hal itu hanya karena soal masalah komunikasi saja karena ada poin yang harus diluruskan pemerintah.
"Itu hanya soal komunikasi saja. Ternyata tempat karantina jauh dari permukiman penduduk, ada sekitar radius 5 kilometer," tukasnya. (R01)
Sumber: Akurat.co