RIAUSKY.COM - Terkait dengan rencana Perdamaian Timur Tengah yang diumumkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump belum lama ini telah menimbulkan kontroversi di berbagai kalangan.
Meski terjadi demonstrasi besar-besaran di Palestina, sejumlah pemimpin Muslim di berbagai negara Arab memilih diam. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pun prihatin dengan sikap ini.
Dilansir dari Middle East Monitor pada Senin (3/2), Erdogan terang-terangan menentang rencana yang menguntungkan Israel itu dalam pertemuan yang turut dihadiri duta besar dari 3 negara Arab.
"Kami tidak akan pernah mengakui atau menerima karena tujuannya mencaplok tanah Palestina yang diduduki," ungkapnya dalam pertemuan ketua provinsi Partai Keadilan dan Kemajuan di Ankara.
Orang nomor satu di Turki itu juga menegaskan tak membenci kaum Yahudi, tetapi ia menentang kebijakan penindasan oleh Israel yang ingin merebut hak-hak Palestina.
Menurut Erdogan, Yerusalem dan monumen-monumen suci di kota itu sangat penting bagi Muslim dan Kristen. Ia pun berupaya menggalang suara untuk melawan rencana Trump.
"Jika kita tidak bisa melindungi Masjid Al-Aqsa, kita tidak akan mampu mencegah mereka yang mengincar Ka'bah di masa depan," ucapnya.
Presiden Turki itu mengingatkan isu Palestina dan Yerusalem juga merupakan masalah bagi semua Muslim. Tak heran Erdogan mengkritik negara-negara Arab yang malah diam.
"Saat melihat sikap negara-negara Muslim terhadap langkah dan pengumuman ini, saya kasihan pada diri kita sendiri. Terutama Arab Saudi, Anda diam saja. Kapan Anda akan bersuara? Begitu juga untuk Oman, Bahrain, dan para pemimpin Abu Dhabi. Mereka bahkan ikut bertepuk tangan di sana. Memalukan... Beberapa negara Arab malah mendukung rencana yang mengkhianati Yerusalem, rakyat mereka sendiri, dan yang paling utama, kemanusiaan," pungkasnya. (R01)
Sumber: Akurat.co