RIAUSKY.COM - Pemprov DKI Jakarta melalui Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah mengklaim pihaknya telah menanam kembali sekitar 300 pohon pengganti di kawasan Monumen Nasional (Monas).
Penanaman pohon itu merupakan konsekuensi dari penebangan 190 pohon di sisi Selatan Monas untuk memuluskan proyek revitalisasi kawasan Monas gagasan Gubernur Anies Baswedan yang saat ini terhenti karena terbentur Keppres 25/1995.
“Sudah ada 300 lebih di kawasan Monas dan sekitarnya sebagai pohon pengganti. Jadi nebang pohon itu bukan pohon di surga ini pohon di dunia kalau ditebang harus diganti,” kata Saefullah saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta Selasa (4/2/2020).
Mantan Wali Kota Jakarta Pusat itu mengatakan, penanaman pohon pengganti itu sudah dilakukan pihaknya sejak Minggu (2/2/2020) petang.
Penanaman pohon pengganti ini kata dia, sudah diatur dalam berbagai peraturan. Saefullah tak menyebut secara rinci aturan yang dia maksud.
“Iya kompensasi, sudah ada dari aturan,” tandasnya.
Saefullah mengatakan dari 190 pohon yang ditebang Pemprov DKI, nantinya pihaknya akan mengganti tiga kali lipat. Artinya pemprov DKI mesti menam ulang sekitar 570 pohon pengganti. Masih kurang sekitar 200 batang pohon.
“Pohon yang ditebang itu rumusnya karena pemerintah yang minta itu setiap satu pohon wajib diganti 3 kali lipat, satu banding 3, kalau masyarakat 1 banding 10,” pungkasnya.
Kepala Seksi Pelayanan Informasi Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monas Irfal Guci membenarkan adanya penanaman kembali pohon di sisi Selatan Monas. Namun dia tak mengetahui secara pasti jumlah pohon pengganti yang ditanam.
“Kalau berapanya saya nggak tahu, karena informasinya sampai saat ini saya hanya mendapatkan truk datang, bawa pohon,” ujarnya.
Dia melanjutkan, saat ini semua pohon yang didatangkan dengan truk tersebut sudah habis ditanami kembali. Adapun pohon pengganti itu kata Irfal adalah jenis pohon pule.
“Saya kira sudah selesai untuk truk pohon yang kita bawa itu, semua yang datang sudah ditanam,” tutupnya. (R02)
Sumber: Akurat.co