JAKARTA (RIAUSKY.COM)- Pemerintah Indonesia lewat Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengumumkan kebijakan terkait larangan masuk bagi pendatang atau traveller dari 3 negara, terkait virus corona.
Disampaikan secara langsung oleh Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi di kantor Kemlu, Kamis (5/3/2020), 3 negara tersebut adalah Iran, Italia, dan Korea Selatan. Sayangnya, itu tak termasuk pendatang maupun turis dari China.
Indonesia mengambil kebijakan baru bagi pendatang atau travelers dari ketiga negara tersebut sebagai berikut:
Pertama larangan masuk dan transit ke Indonesia bagi para pendatang atau travelers yang dalam 14 hari terakhir melakukan perjalanan di wilayah ini.
Kedua, untuk seluruh pendatang travelers dari Iran, Italia dan Korea Selatan di luar wilayah tersebut di perlukan Surat Keterangan Sehat atau health sertifikat yang dikeluarkan oleh otoritas kesehatan yang berwenang di masing-masing negara.
"Surat Keterangan tersebut harus valid atau masih berlaku dan wajib ditunjukkan kepada pihak maskapai pada saat melakukan check-in," ujar Menlu.
Kebijakan ini akan mulai berlaku pada hari Minggu tanggal 8 Maret pukul 00.00 WIB.
"Kebijakan ini bersifat sementara dan akan dievaluasi sesuai dengan perkembangan," ujar Menlu Retno Marsudi.
Sebelumnya, Pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan untuk melarang turis asal China untuk masuk atau sekadar transit di Indonesia. Langkah tersebut diambil dalam upaya mencegah ancaman penyebaran virus korona semakin meluas.
Namun, tidak semua turis terkena larangan tersebut, tetapi hanya ditujukan kepada pendatang dari daratan China dan sudah berada di sana selama 14 hari yang tidak diizinkan masuk ke Indonesia.
Dikatakan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, pelarangan turis China ini pasti berdampak pada perekonomian. Meski begitu, pemerintah tentunya telah mempertimbangkan risiko sebelum memutuskan langkah tersebut.
"Dalam situasi ini kan prioritasnya adalah keselamatan dulu. Tapi nanti pasti akan ada pengaruh yang kita lihat ke seluruh dunia terhadap kinerja perekonomian China," katanya di Jakarta, Senin (03/2/2020).
Dinilai Sri Mulyani, virus korona akan menekan konsumsi masyarakat China terlebih momennya bertepatan dengan libur Imlek. Menurutnya, kondisi tersebut akan terus terjadi selama virus tersebut belum berhenti menyebar.
Sementara itu, dikatakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto, pihaknya tengah mengkaji dampak virus korona terhadap ekonomi hingga saat ini.(R04)