Arab Saudi Larang Warganya Kunjungi Indonesia dan Sebaliknya

Jumat, 13 Maret 2020 | 03:30:19 WIB
Kondisi kota di Arab Saudi pasca larangan berkunjung beberapa negara ke negera tersebut terkait virus corona.

JAKARTA (RIAUSKY.COM)- Kerajaan Arab Saudi sejak Kamis (12/3) kemarin menghentikan sementara semua perjalanan menuju dan dari hampir semua negara-negara Eropa dan beberapa negara di Asia dan Afrika. 
Indonesia termasuk dalam daftar larangan perjalanan tersebut.

Dilansir laman Saudia Airlines, dengan dikeluarkannya daftar ini maka pemerintah Arab Saudi menangguhkan izin perjalanan bagi warga Saudi dan warga negara asing (WNA) yang saat ini tinggal di Kerajaan Arab Saudi ke Indonesia.

Selain itu, pemerintah Saudi juga menghentikan sementara kedatangan semua penumpang dari bandara Indonesia ke salah satu bandara Kerajaan Arab Saudi. 

"Kecuali untuk penerbangan yang mengangkut warga negara Saudi kembali atau penerbangan yang akan membawa warga negara Indonesia kembali ke negara mereka," tulis maklumat Kerajaan Arab Saudi seperti dilansir  republika.co.id dari  laman resmi Saudia Airlines, Kamis (12/3/2020).

Pengecualian juga diberlakukan untuk penerbangan kargo dan penerbangan yang bermaksud membawa petugas medis dan kesehatan yang memiliki visa Keluar dan masuk Kembali dan kontrak baru untuk petugas kesehatan yang bekerja untuk sektor publik atau swasta.

"Batas waktu (72) jam diberikan kepada warga Kerajaan dan penduduk saat ini memegang Iqama yang sah untuk kembali ke Arab Saudi." 

Tidak hanya itu, Pemerintah Arab Saudi juga menangguhkan kedatangan semua penumpang dari salah satu bandara negara  Filipina, India, Pakistan dan Srilanka Uni Emirates, Kuwait, Bahrain, Lebanon, Mesir, Suriah, Irak, Italia, dan Korea ke Arab Saudi. Atau penumpang mana pun yang memiliki berada di salah satu negara yang disebutkan di atas dalam (14) hari terakhir sebelum kedatangannya ke Arab Saudi.

Kemudian menunda kedatangan semua penumpang dari salah satu bandara negara Kesultanan Oman, Kerajaan Spanyol, Republik Federal Jerman, Republik Perancis, Republik Turki ke salah satu bandara di Saudi Arabia. Juga menunda masuk ke Arab Saudi untuk tujuan umrah dan mengunjungi Masjid Nabawi sementara.

"Penumpang yang telah berada di Republik Rakyat China yang meliputi Taiwan, Hong Kong dan Makau serta Iran tidak diizinkan memasuki Arab Saudi sampai 14 hari kemudian setelah mereka keluar dari kedua negara ini."

Selanjutnya, setiap transit atau penumpang transfer yang telah berada di salah satu dari dua negara China Taiwan, Hong Kong dan Makau serta Iran tidak diizinkan untuk memasuki Arab Saudi. 

Kemudian semua penumpang harus mengisi formulir pernyataan Kesehatan dengan informasi yang diperlukan dan diserahkan kepada petugas imigrasi di bandara kedatangan.

"Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi situs web pusat penyakit dan kontrol Saudi," demikian isi maklumat tersebut.(R03)

Terkini