Selamatkan Warga Saat Kebakaran SPBU, Tiga Anggota TNI Cedera Terkena Ledakan

Sabtu, 21 Maret 2020 | 17:32:22 WIB
Asap hitam menutupi udara di sekitar lokasi kebakaran SPBU mini di Sebaung Probolinggo.

RIAUSKY.COM- Sebuah tempat pengisian bahan bakar mini atau pom mini terbakar dan meledak di Desa Sebaung, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Kamis (19/3/2020) sore. 

Kepala Dinkes Anang Budi Yoelianto mengatakan, kejadian itu menyebabkan 1 orang meninggal atas nama Alimuddin dan 49 orang luka-luka. 

Puluhan warga terluka terkena ledakan kedua saat mereka berkumpul di dekat pom bensin mini yang terbakar. Seluruh korban dilarikan ke sejumlah rumah sakit di Probolinggo dan Malang. 

"14 orang dirawat di RS Wonolangan Dringu, 10 orang di RS Graha Sehat Kraksaan, 17 orang di Puskesmas Gending dan 1 orang di Puskesmas Maron. Total korban 50 orang," kata Anang kepada Kompas.com melalui pesan singkat Jumat (20/3/2020).

Di antara puluhan korban tersebut, dilaporkann ada tiga anggota TNI menjadi korban. 

Komandan Kodim 0820 Letkol Imam Wibowo mengatakan, ketiga anggotanya adalah Danramil Gending Kapten Inf Edy Sutomo bersama dua anggotanya Serda Markus dan Koptu Santoso. 

"Mohon doanya semoga lekas sembuh. Apresiasi tertinggi kepada ketiga anggota tersebut karena dalam upaya membantu memberikan pertolongan kebakaran, namun terjadi musibah. Ternyata di dalamnya ada drum isi bensin yang meledak," kata Imam, kepada Kompas.com, melalui pesan singkat, Jumat (20/3/2020). 

Menurutnya, ketiga personel TNI itu baru selesai melakukan penyemprotan cairan disinfektan tak jauh dari lokasi kejadian sebelum peristiwa terjadi. 

Mengetahui ada kobaran api dan suara ledakan, mereka langsung berusaha menghalau warga serta membantu pemadaman. 
"Danramil melihat ada tumpukan drum BBM, dan langsung meminta sejumlah warga yang mendekat agar menjauh. Saat menghalau warga, terjadi ledakan kedua, ketiga anggota TNI menjadi korban," kata Imam. 
Edy Sutomo, dirawat di RSU Wonolangan Dringu dengan luka bakar 20 persen, Markus mengalami luka bakar di tangan, dan Santoso, harus dirujuk ke RSSA Malang karena mengalami luka bakar 45 persen. 
Korban terus bertambah Saat rilis di kantor bupati Jumat (20/3/2020) siang, Kepala Dinkes Anang Budi Yoelijanto mengatakan, jumlah korban yang awalnya 50 menjadi 52 orang.

"Dua warga meninggal bernama Saiful Rosi dan Alimudin. Saiful Rosi meninggal Jumat (20/03/2020) di rumah sakit Saiful Anwar Malang setelah sebelumnya dirujuk dari rumah sakit Wanolangan. Alimudin meninggal kemarin," ujar Anang. 

Anang menambahkan, seluruh korban meninggal maupun yang dirawat dipastikan disebabkan oleh luka bakar mulai level 0 persen-90 persen. 

Jika kemudian ada korban lain yang belum melapor dan tidak masuk data, Anang berharap pihak keluarga segera menyampaikan untuk kemudian diberikan pendampingan dan fasilitas pembiayaan. Biaya seluruh korban ditanggung Pemkab. 

"Untuk penanganan dan observasi di Rumah Sakit Saiful Anwar, tim kami akan terus mendampingi dan mengawal. Insya Allah pembiayaannya juga akan di-backup oleh Pemkab Probolinggo. Semoga tim medis Saiful Anwar bisa memberikan yang terbaik bagi warga kita yang sedang dirawat," pungkas dia.(R05)

Terkini