2.569 Kematian Baru Dalam 24 Jam, Amerika Serikat Klaim Sudah Lewati Puncak Corona

Kamis, 16 April 2020 | 10:14:12 WIB
Warga Amerika Serikat masih menggunakan masker untuk terhindar dari virus corona. Foto: Ayo Bandung

RIAUSKY.COM- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa AS telah melewati yang terburuk dari pandemi virus Corona dan dirinya akan mengumumkan pedoman untuk membuka kembali perekonomian pada Kamis (16/4) waktu setempat.

"Jelas bahwa strategi agresif kita berhasil," ujar Trump pada konferensi pers, Rabu (15/4) waktu setempat. "Perjuangan terus berlanjut namun data menunjukkan bahwa secara nasional kita telah melewati puncak pada kasus-kasus baru," kata Trump.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (16/4/2020), Trump menambahkan bahwa "perkembangan yang menggembirakan ini telah menempatkan kita pada posisi yang sangat kuat untuk menyelesaikan pedoman bagi negara-negara bagian tentang pembukaan kembali negara."

Dia mengatakan bahwa dirinya akan membahas ini dalam konferensi pers pada hari Kamis, untuk "mengumumkan pedoman."

Sebelumnya pada Senin (13/4) lalu, Trump mengancam dirinya akan menggunakan kekuatan "total" untuk memaksa para gubernur negara bagian untuk mengikuti arahannya tentang pembukaan kembali. Sontak hal ini memicu banyak protes di dalam negeri.

Menanggapi protes tersebut, Trump pun kembali berujar pada hari berikutnya, mengatakan bahwa dirinya tak akan "menekan" gubernur untuk membuka kembali negara bagian.

"Kita akan membuka kembali negara-negara bagian, beberapa negara bagian jauh lebih cepat dari yang lain," kata Trump pada hari Rabu (15/4). "Kami pikir beberapa negara bagian dapat membuka kembali sebelum batas waktu 1 Mei," imbuhnya sebagaimana dilaporkan detik.com.

Sebelumnya, Anthony Fauci, pakar pandemi AS mengatakan bahwa sebagian wilayah AS dapat mulai mengendorkan pembatasan pada 1 Mei mendatang.

AS telah dihantam parah oleh virus Corona, dengan hampir 630 ribu kasus yang terkonfirmasi, jumlah kasus terbanyak di dunia. Virus mematikan ini telah merenggut nyaris 30 ribu nyawa di seluruh AS -- angka kematian tertinggi di dunia.

Jumlah korban meninggal akibat virus Corona (COVID-19) di wilayah Amerika Serikat (AS) telah melampaui 30 ribu orang. Total kasus di negara ini juga semakin bertambah hingga melampaui 635 ribu kasus.
Seperti dilansir Channel News Asia, Kamis (16/4/2020), data penghitungan terbaru Reuters menyebut lebih dari 30.800 orang meninggal dunia akibat virus Corona di wilayah AS hingga Rabu (15/4) sore waktu setempat.

Laporan terbaru dari Johns Hopkins University, seperti dilansir AFP, menyebut AS mencatatkan 2.569 kematian baru dalam 24 jam terjadi. Angka ini mencetak rekor baru untuk jumlah kematian tertinggi dalam sehari di seluruh dunia.

Total jumlah korban meninggal di AS juga menyertakan lebih dari 4 ribu kematian yang baru saja dilaporkan otoritas New York City, pusat penyebaran virus Corona di AS. Tambahan itu didapat setelah otoritas kesehatan New York City merevisi metode penghitungan dengan menyertakan kasus-kasus 'diduga' virus Corona namun tanpa pemeriksaan laboratorium.

Secara total, lebih dari 635 ribu kasus virus Corona terkonfirmasi di AS sejauh ini.

Meskipun ada lonjakan dalam jumlah kematian, ada sejumlah pertanda di beberapa wilayah AS bahwa pandemi ini mulai surut. Para gubernur dari 20 negara bagian AS yang memiliki sedikit kasus virus Corona, meyakini wilayahnya siap untuk memulai proses pembukaan kembali aktivitas perekonomian.(R04)

Terkini