Jadi Polemik, Ini Penjelasan Ketua RT di Depok Yang Dituduh Memotong Dana Bansos PSBB, Ternyata Maksudnya Mulia...

Rabu, 22 April 2020 | 01:23:07 WIB
Ilustrasi

DEPOK (RIAUSKY.COM)- Pembagian Dana bantuan sosial jaring pengaman sosial (JPS) PSBB Kota Depok ke warga terdampak Covid-19 menimbulkan polemik. Ketua Rukun Tetangga (RT) RT 05/06 Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas, disebut-sebut menyunat Rp 25 ribu dari nominal yang ditetapkan sebesar Rp 250 ribu.

Barep Suroso selaku Ketua RT memberikan klarifikasinya. Barep menjelaskan, dirinya menyetorkan nama-nama yang dinilai berhak mendapatkan dana Bantuan Sosial ke Kelurahan Mampang.

Saat itu, totalnya ada lebih dari 80 nama. Pihak kelurahan menyortir kembali nama-nama yang diserahkan tadi. Dipilihlah 39 orang.

"Kata orang kelurahan, ini pensiunan gak dapat, ini juga karyawan tidak dapat. Padahal saya sudah jelaskan orang yang status karyawan itu sudah di-PHK makanya saya usulkan," kata dia saat dihubungi Liputan6.com, Selasa (21/4/2020).

Singkat cerita, Barep menuturkan dana bansos cair pada 14 April 2020 malam. Saat itu, dia bersama dengan beberapa pengurus RT dan RW serta perwakilan warga berembuk untuk menyiasati nama-nama yang di coret oleh pihak kelurahan. Padahal, secara klasifikasi layak menerima dana Bansos.

Tercetuslah ide subsidi silang, yaitu memotong Rp 25 ribu dari masing-masing penerima untuk dibelikan sembako. Barep menegaskan, sembako itulah yang akan dibagikan kepada orang-orang yang telah dicoret namanya.

"Kita lihat banyak yang gak dapat, bagaimana cara mengatasi. Jika tidak ada solusi pasti kan ada yang bergejolak," ujar dia.

"Saya terus spontanitas tuh ya sudah besok yang dapat dipotong saja Rp 25 ribu untuk dibelikan sembako nanti dibagikan kepada yang gak dapat. Usul itu disetujui oleh yang lain," dia menambahkan.

Barep menuturkan, solusi tidak terwujud lantaran ada pihak-pihak yang gagal memahami maksudnya tersebut. Barep dituding menyunat dana bansos.

Akhirnya, Barep mengembalikan uang hasil urunan dari penerima yang rencananya akan dibelikan sembako.

"Sudah-sudah saya kembalikan semua ke yang berhak," ucap dia.

Barep menegaskan, tidak ada niatan sama sekali untuk mengambil jatah penerima bansos. Pemotongan itu semata-mata untuk menolong warga lain yang berhak tetapi tidak mendapatkan dana bansos.

"Saya gak berpikir sama sekali kalau itu salah, gak berpikir sama sekali ke situ. Saya cuma kasihan melihat banyak orang yang tidak diterima, misalnya ada janda dia malah gak dapat," ucap dia. (R04)

Terkini