'Dikeroyok' 3 Menteri Jokowi, Anies: 98,4 Persen Bansos untuk Warga DKI Jakarta Tepat Sasaran dan Tidak Dobel!

Ahad, 10 Mei 2020 | 03:08:54 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

JAKARTA (RIAUSKY.COM)- Gubernur DKI jakarta Anies Baswedan akhirnya blak-blakan terkait tudingan tiga menteri tentang pendistribusian dan data penerima bansos di wilayahnya. 

Dalam wawancara khusus Kabar Petang TVOne, Sabtu (9/5/2020) petang, Anies mengungkapkan berbegai informasi yang perlu diluruskan terkait dengan polemik pemberitaan yang muncul akhir-akhir ini. 

Dalam kesempatan itu, Anies menyebutkan kalau sampai saat ini, diskusi dan pembicaraan antara Pemoprov DKI Jakarta dan kementerian terus berjalan, bukan tidak ada.

''Sering kali keramaiannya menjadi perlu lewat karena ada statement-statement. Karena itulah, saya tidak pernah membuat statment terkait apa yang kita bahas. Ada kesamaan ada perbedaan pendapat biarlah itu di dalam ruang persidangan dan itu normal,'' kata dia.

''Ada yang mengatakan pemberian bansos tidak tepat sasaran. Perlu saya tegaskan disini, kita memberikan bantuan sosial kepada 1.194.000 kepala keluarga. Di dalam pelaksanaannya, 98,4 persen itu tepat sasaran. Ada 1,6 persen yang  tidak tepat sasaran. Dan saya sampaikan ini dari dua minggu yang lalu, ada 1,6 persen yang tidak tepat sasaran dan itu harus dikoreksi,'' papar dia. 

Dari awal, sebut Anies, ''Kami mengakui bahwa tidak 100 persen sempurna. Mengapa? karena disiapkan dalam waktu yang cepat, mekanisme pengumpulannya menggunakan data yang ada, tapi kita harus kerja mengampaikan dulu ke masyarakat sambil mendapat feedback mana yang benar, mana yang salah nanti di koreksi. Karena kalau kita koreksi dulu datanya lengkap, tidak terkejar itu waktunya,'' lanjutnya. 

''Tapi, yang 98,4 persen ini tak jadi pembahasan, yang jadi pembahasan yang 1,6 persen. Padahal secara proporsi margin of error yang kecil dan memang tidak ada yang sempurna.  Ada 1,6 persen yang bermasalah, itu yang dikutip. Si A, Si B, Si C Tapi itu kita perbaiki Alhamdulillah, nanti putaran kedua, 1,6 persen itu sudah kita koreksi bahkan ada penambahan,'' imbuh dia.

Anies juga menjawab perihal  tudingan yang mengatakan dobel penerima. Penerima dari Jakarta dan penerima bantuan pusat. 

''Saya perlu luruskan, tidak ada dobel. Yang terjadi, bantuan dari pemerintah pusat dimulai dari tanggal  20 April. Kemudian PSBB di Jakarta mulai 10 April,'' kata dia.

Dikatakan Anies, 10 April DKI jakarta mulai PSBB, bantuan pusat tanggal 20 April, maka di antara tanggal 10 dan 20 itulah DKI memberikan bantuan sembako. Dimulai tanggal 9 DKI membagikan, selesai di tanggal 25. Pemerintah pusat mulai tanggal 20, selesai tanggal 6 Mei.

''Jadi ini bukan pemberian bantuan sembako yang dobel. Tapi pembagian untuk membuat mereka semua bisa mendapatkan pasokan pangan'' papar  Anies lagi.

''Selama satu minggu mereka diberi, pada pekan berikutnya atau 10 hari sesudahnya dari pemerintah pusat. Jadi bukan dobel,'' imbuhnya.

''Dobel itu begini, di waktu yang sama mendapatkan bantuan sembako. Sama seperti begini, dapat makan dua piring, diberikan bersamaan pada saat jam makan siang, itu namanya dobel. Tapi kalau dua piring ini satu diberikan untuk sarapan pagi, satu untuk makan siang ya itu normal. Orang makan memang ada siklusnya. Sama seperti pangan, jadi diberikan fase awal 10 hari pertama dari DKI, setelah itu diberikan pemerintah pusat, jadi ini bukan dobel sama sekali,'' kata Anies.(R04)
 

Terkini