Cegah Covid-19, Seluruh Imam Masjid Paripurna di Pekanbaru Jalani Rapid Test

Senin, 08 Juni 2020 | 18:10:53 WIB

PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Guna memutus mata rantai covid-19, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pekanbaru melakukan rapid test massal untuk seluruh imam masjid paripurna.

Kegiatan Rapid test dilakukan di Masjid Paripurna Pemko Pekanbaru Ar-Rahman, Jalan Jendral Sudirman.

"Khusus untuk seluruh imam masjid paripurna se-Kota Pekanbaru," ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, Muhammad Amin, Senin (8/6/2020).

Pihaknya menyiapkan 100 alat rapid test yang akan digunakan para medis dalam pemeriksaan daya tahan tubuh terhadap Covid-19.

Amin menyebut, rapid tes masal terus diselenggarakan untuk menemukan Orang Tanpa Gejala (OTG). Jika didapati hasil rapid test reaktif, maka akan dilanjutkan dengan uji swab (pemgambilan sampel cairan saluran pernapasan) untuk memastikan eseorang positif Covid-19.

"Selagi rapid test kita masih tersedia, kita akan terus lakukan rapid test massal untuk mencari OTG," jelasnya.

Lebih jauh dikatakannya, untuk rapid test massal yang diselenggarakan pemerintah kota tidak dipungut bayaran alias gratis.

Sementara itu, Walikota juga mengapresiasi para medis yang masih terus berjuang dan bersemangat tinggi dalam upaya pencegahan penyebaran covid-19 di Pekanbaru.

Walikota melihat langsung proses rapid test massal di areal masjid tersebut. Rapid tes masal kali ini diperuntukkan bagi Imam masjid Paripurna se-Kota Pekanbaru. 

Walikota juga berbincang dengan para imam masjid yang ikut rapid test. Ia juga memberikan pemahaman tentang sangat diperlukan langkah dan upaya pencegahan covid-19.

Firdaus mengimbau mereka yang menjalani rapid tes supaya tidak perlu takut dan khawatir dengan hasil rapid test. 

"Hal ini dilakukan sebagai upaya pemerintah Kota dalam mencari orang tanpa gejala (OTG). Orang yang tidak memiliki gejala covid, namun ia terpapar covid-19. Bila nanti hasil rapid tes reaktif maka akan langsung jalani swab, akan ada penanganan dari tim dinas kesehatan," kata Walikota.

Selain imam masjid paripurna yang ikut rapid test, ada juga pengurus masjid dan masyarakat sekitar masjid yang ikut dalam rapid test tersebut. Menurutnya, masyarakat sudah sangat paham akan hal dalam upaya pencegahan penyebaran covid-19. Itu terbukti dengan antusias mereka yang menjalani rapid tes dengan penuh semangat.

Rapid tes masal rencananya juga akan terus digelar dalam upaya mencari OTG Covid-19. Rapid tes tidak hanya dilakukan di wilayah zona merah saja, namun direncanakan akan dilakukan di pusat keramaian maupun instansi.

Selain dilakukan rapid tes masal, Walikota juga terus mengimbau pada masyarakat untuk terus disiplin menerapkan protokol kesehatan. Karena menurutnya, dengan disiplin dari diri sendiri menjadi kunci utama menghambat penularan covid-19. (R02)

Terkini