Masih Tinggi, Kasus Positif Covid-19 di Jawa timur Hari Ini Bertambah 328 Kasus, Ini Penjelasan Gubernur Khofifah

Selasa, 09 Juni 2020 | 01:18:24 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Foto: internet

SURABAYA (RIAUSKY.COM)- Kasus positif COVID-19 di Jawa Timur bertambah 328 kasus menjadi 6.297 kasus.  Tambahan terbanyak ada di Kota Surabaya dengan 236 kasus.

"Hari ini terkonfirmasi ada tambahan 328 kasus di Jatim. Total sehingga ada 6.297 kasus," kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (8/6/2020) sebagaimana dilansir dari detik.com.

Tambahan 328 kasus berasal dari Kota Surabaya dengan 236 kasus. Kemudian di Sidoarjo 20 kasus, Bangkalan 18 kasus, Lamongan 16 kasus, Kab Kediri 12 kasus, Kab Mojokerto 9 kasus, Gresik 5 kasus, Kota Kediri 2 kasus, Jember 2 kasus, Kab Probolinggo 1 kasus, Kab Malang 1 kasus, Jombang 1 kasus, Lumajang 1 kasus, Kota Probolinggo 2 kasus, Nganjuk 1 kasus, dan Banyuwangi 1 kasus.

Untuk pasien sembuh, ada tambahan 87 orang yang dinyatakan sembuh dari Corona. Pasien tersebut berasal dari Kota Surabaya 55 orang, Kota Malang 6 orang, Kab Malang 4 orang, Gresik 4 orang, Lamongan 3 orang, Magetan 2 orang, Sidoarjo 1 orang, Bangkalan 1 orang, Kota Probolinggo 4 orang, Ngawi 2 orang, Bondowoso 1 orang, Kab Madiun 2 orang, Nganjuk 2 orang. Total di Jatim ada 1.584 pasien positif Corona yang sembuh.

Sementara ada tambahan 12 pasien positif COVID-19 yang meninggal di Jatim. Masing-masing dari Surabaya 3 orang, Sidoarjo 2 orang, Gresik 1 orang, Kab Malang 1 orang, Bangkalan 1 orang, Situbondo 2 orang, Sampang 2 orang. Kini, ada 514 pasien positif COVID-19 yang meninggal di Jatim.

Sedangkan hasil tracing Pemprov Jatim ada 3.493 orang yang masuk dalam kategori PDP. Lalu ada 3.879 orang dalam status ODP.


Pesan Risma pada Warga Surabaya

PSBB Surabaya Raya tidak diperpanjang dan tiga daerah sepakat menerapkan masa transisi menuju new normal. 

Untuk itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meminta warga menjaga kepercayaan dari pemerintah dengan menerapkan protokol kesehatan.

"Kepada warga Surabaya, bahwa kepercayaan dari Gubernur dan Forpimda Jatim ini, kita tidak boleh ceroboh. Kalau kemarin banyak yang mengeluh ke saya ingin kehidupan normal, tapi dengan protokol kesehatan ketat. Ayo kita lakukan," kata Risma di rumah dinasnya, Jalan Sedap Malam, Senin (8/6/2020).

"Kita harus jaga kepercayaan itu. Kita harus jaga semuanya. Kita tidak boleh sembrono. Yang bisa jaga diri kita itu kita, bukan orang lain," imbuhnya.

Tak hanya kepada warga, Risma juga meminta segenap elemen masyarakat untuk sama-sama menerapkan protokol kesehatan. Risma ingin semuanya lebih disiplin menjaga diri dari paparan virus Corona.

"Saya minta seluruhnya, hotel, restoran, mal, pertokoan, perdagangan, pasar semuanya saja termasuk bengkel, konstruksi. Ayo kita jaga, kita buktikan bahwa kita warga Surabaya yang menghormati dan mentaati protokol yang sudah dibuat oleh pemerintah," terangnya.

''Ini justru malah lebih berat karena di pundak kita terdapat kepercayaan, mari ayo kita jaga. Tidak boleh lengah dan sembrono," tambahnya.

Risma mengimbau warga untuk tidak memasuki mal dulu jika sedang ramai, karena berisiko penularan. Sama halnya ketika makan di warung dan penuh, maka harus antre setidaknya dua meter dan penjual wajib menggunakan masker.

"Mari kita semua taati peraturan, tidak boleh rea-reo, tidak boleh seolah-olah lepas. Tidak boleh. Kepercayaan itu berat," tegasnya.

Kemudian saat bekerja, lanjut Risma, juga tidak boleh sembarangan, tetap harus menggunakan masker dengan benar untuk menutupi hidung dan mulut. Kemudian untuk sementara waktu tidak perlu berjabat tangan dan berpelukan.

"Sementara tidak bersalaman, tidak usah berpelukan juga. Nanti di tempat ibadah bawa sajadah sendiri tidak usah salaman. Nanti ada saatnya kita bisa bersalaman, ada saatnya berpelukan tapi untuk sementara tidak dulu. Bukan berarti tidak sayang atau suka, justru kita dekat maka tidak boleh lakukan," tuturnya.(R04)

 

Sumber Berita: detik.com

Terkini