Kadis PMD Nafisman Sebut Penjaringan pengaman sosial Bansos Sudah Teralokasi Dikuansing

Jumat, 12 Juni 2020 | 15:55:36 WIB
Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kuansing Nafisman

TELUK KUANTAN (RIAUSKY.COM) - Setelah dilaksanakanya Kegiatan vidcon bersama Menteri Dalam Negeri dengan Gubernur Riau Drs Syamsuar M Si dengan Sekda Kabupaten Kuantan Singingi Dianto Mampanini di ruang rapat Bupati Jumat (5/6 2020) pada acara launching Aplikasi Mata Bansos yang insyaallah akan dilaksanakan seluruh Indonesia nantinya.

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kuansing Nafisman mengatakan Untuk penjaringan pengaman Sosial Bansos, sudah 70 ribu KK di Kabupaten Kuantan Singingi sudah teralokasi diantaranya 22 ribu dari BLT DD, 27 ribu Kemensos, 15 ribu Sembako PKH dan 5 ribu dari Kabupaten.

"Sementara yang sudah tersalur sampai saat ini BLT DD tahap l dan Bansos Kementerian Tahap I dan tahap II Bansos Provinsi yang sifatnya membantu atau tambahan nilai bantuan dari penerima sembako murni dengan Bansos kabupaten, bansos kabupaten belum bisa kita bagikan saat ini karena datanya sedang diverifikasikan oleh Kemensos, dan Kuansing saat ini juga mendapatkan penambahkan kota oleh Kemensos sebanyak 17 ribu kk, sementara kita kirimkan sebanyak 17 ribu kk juga,dan data itu tidak semua kita terima dari kemensos pasti adanya data yang error,maka data yang tak error itu menjadi tanggung jawab Kabupaten yang di perkirakan sebanyak 5 ribu KK,” ujar Nafisman.

Kemudian kepada masyarakat yang belum terdata silahkan datang langsung kedinas sosial dengan membawa KK dan di dinas kami sudah mempunyai data induk yang menjadi acuan bagi kami dan dapat kita lihat kebenarannya apakah sudah mendapat bantuan atau belum pastinya terlihat dari data induk tersebut.

Selanjutnya Nafisman juga menambahkan mengenai masalah perubahan data yang seperti data ganda atau tidak tepat sasaran silahkan laporkan karena kita mempunyai data fleksibel, dinamis dan kita perbaiki, sejauh ini ada laporan data ganda yang sudah kita antisipasi.

"Supaya penyaluran berikutnya tidak muncul lagi, namun untuk memperbaiki data tersebut tidak lah seperti yang kita bayangkan, kita harus urut data di data Kemensos, kemensos klarifikasi lalu data induk dibuang barulah tidak muncul lagi," pungkasnya. (R12) 

Terkini