Rizal Ramli Turun Tangan Bela Bintang Emon yang Diserang BuzzeRP, 'Norak, Sering Umbar Fitnah dan Hoaks'

Selasa, 16 Juni 2020 | 08:43:04 WIB
Rizal Ramli

RIAUSKY.COM - Ekonom senior Rizal Ramli turun membela terhadap serangan siber yang didapat komika Bintang Emon terkait pernyataan soal kasus Novel Baswedan.

Diketahui, Emon bahkan mendapat difitnah, diduga oleh para buzzer, kecanduan sabu-sabu.

Pembelaan tersebut diungkapkan Rizal Ramli melalui akun Twitter pribadinya, @RamliRizal, Senin (15/6/2020).

“Kenapa ya influencer-influencer norak dan buzzerRP yang sering mengumbar hoax, fitnah dan ujaran kebencian-tanpa fakta dan logika,” cuitnya.

Mantan menteri Jokowi ini lantas mengungkap keherannya karena para buzzer itu tak bisa dijerat dengan hukum.

“Kok tidak ada yang kena Undang-undang ITE? Kenapa mereka kebal hukum, padahal sampah demokrasi?” lanjut dia.

Dalam cuitan selanjutnya, Rizal Ramli menyebut para buzzer itu bekerja dengan meniru anak buah diktator Adolf Hitler.

“Influencer-influencer norak dan buzzerRP rupanya banyak belajar dari Joseph Goebbles, Menteri Propaganda Hitler,” katanya.

RR ini lantas membeberkan pola kerja para buzzer. “Tebarkan terus kebohongan secara masif, akhirnya akan jadi ‘kebenaran’.”

“Puji-puji pembayar kamu bagai Nabi, hancurkan lawan-lawannya dengan hoax dan fitnah,” ujarnya.

Untuk diketahui, sejak video kritiknya beredar luas, Bintang Emon mendapat serangan siber diduga dari para bazzer.

Komika itu bahkan dituding dan difitnah tengah kecanduan sabu. Akan tetapi, keberanian Emon itu mendapat apresiasi langsung dari Novel Baswedan.

“Tentunya kita semua prihatin, ketika ada orang yang menyampaikan kebenaran dan kritik justru diserang,” kata Novel seperti dilansir JawaPos.com, Senin (15/6/2020).

Semestinya, kata Novel, kritik yang disampaikan komika itu bukan malah dicibir. Sebaliknya, ia semestinya mendapat apresiasi dan dukungan agar hukum di Indonesia berjalan adil.

“Semoga Bintang Emon semakin dicintai masyarakat karena berani menyuarakan kebenaran,” tutur mantan anggota Polri itu.

Novel juga mendoakan kepada para penyerang Bintang Emon agar disadarkan.

Bahwa, lanjut Novel, dengan menyerang Bintang Emon, itu berarti mereka telah membela kezaliman.

“(Semoga) Pihak yang menyerang bisa sadar bahwa membela kezaliman adalah suatu perbuatan yang buruk dan dibenci orang-orang baik,” tukasnya.

Untuk diketahui Bintang Emon mengungkap pendapatnya terkait tuntutan super ringan kepada kedua pelaku penyerangan Novel Baswedan.

Komika pemilik nama asli Gusti Muhammad Abdurrahman Bintang ini menyampaikan kritiknya dengan logika berfikir sederhana.

“Katanya nggak sengaja, tapi kok bisa kena muka? Kita tinggal di bumi, gravitasi pasti ke bawah. Nyiram badan nggak mungkin meleset ke muka, kecuali Pak Novel Baswedan memang jalannya handstand,” ujarnya.

“Sekarang kita cek yang nggak normal cara jalannya Pak Novel Baswedan atau tuntutan buat kasusnya,” kata Bintang Emon.

Menurut Bintang Emon, tidak masuk akal jika para terdakwa beralasan tidak sengaja menyiram Novel.

“Katanya nggak sengaja, tapi niat bangun subuh. Asal lu tahu subuh itu waktu salat yang godaan setannya paling kuat,” tuturnya.

Ia juga menyebut bahwa banyak orang yang sulit bangun subuh, termasuk dirinya dan teman-temannya.

“Tapi ini ada yang bangun subuh bukan buat salat subuh, tapi buat nyiram air keras ke orang yang baru pulang salat subuh,” sambungnya.

“Jahat enggak? Jahat. Siapa yang diuntungin? Setan. Jadi ada pembenaran,”

“Tuh kan bener kata gue mending tidur aja. Sekalinya melek nyelakain orang kan lu. Ngerasa benar setan gara-gara lu, respect setan sama lu, mantap lah,” tutupnya. (R02)

Sumber: Pojoksatu.id

Terkini