Sekali Lagi, Luhut Minta Polemik 500 TKA China Disetop, 'Kita Tak Mungkin Jual Republik Ini'

Senin, 29 Juni 2020 | 17:29:40 WIB
Luhut Binsar Panjaitan/net

RIAUSKY.COM - Untuk kesekian kalinya, Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta polemik soal 500 tenaga kerja asing (TKA) asal Choina dihentikan.

Dan juga dia berharap masyarakat tidak terpancing berita hoax terkait kedatangan 500 tenaga kerja asing (TKA) China yang akan bekerja ke PT Virtue Dragon Nickel Industry dan PT Obsidian Stainless Steel tersebut.

Menurutnya, kedatangan TKA itu juga disebutkannya telah sesuai prosedur yang berlaku di Indonesia.

"Jadi, kami terus koordinasi dengan Bu Ida (Menteri Ketenagakerjaan) terkait ini (TKA). Kan kita juga, enggak mungkin jual republik ini," kata Luhut dalam Webinar via YouTube, ditulis Senin (29/6).

Dia menjelaskan, kedatangan TKA tersebut bertujuan meningkatkan lapangan kerja di Tanah Air. Selain itu, para TKA asal China itu hanya akan bekerja di Indonesia untuk sementara waktu, maksimal 6 bulan.

"Ramai tenaga asing apa sih. Dia datang 500 orang (TKA) untuk 5.000 orang baru," imbuhnya.

TKA juga bertugas untuk memberikan sharing ilmu terkait penggunaan teknologi kepada tenaga kerja lokal. Sehingga kemampuan penggunaan teknologi oleh tenaga kerja lokal akan meningkat.

Luhut memproyeksikan pada 2024 lapangan pekerjaan di Sulawesi Tenggara bisa menyerap 250 ribu orang. Namun, proyeksi ini didasari oleh iklim investasi yang menunjang, antara lain situasi kondusif pada tataran masyarakat.

"Mereka (TKA) hanya untuk 6 bulan tinggal, ada yang 3 bulan, ada yang 1 bulan, tergantung keahlian. Dia (TKA) harus teknologi transfer, wajib hukumnya," jelasnya. (R02)

Sumber: Merdeka.com

Terkini